Suara.com - Ketupat merupakan salah satu makanan yang hampir selalu hadir saat perayaan Idulfitri di Indonesia. Hidangan yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, sambal goreng ati, atau sayur labu.
Teksturnya yang padat namun lembut membuat ketupat menjadi pengganti nasi yang sangat cocok untuk berbagai hidangan khas Lebaran.
Namun, banyak orang mengalami masalah yang sama setiap tahun: ketupat cepat basi. Kadang ketupat baru dimasak sehari, tetapi sudah mulai berlendir atau mengeluarkan aroma tidak sedap.
Hal ini biasanya terjadi karena cara memasak yang kurang tepat, kualitas bahan yang kurang baik, atau cara penyimpanan yang kurang benar.
Padahal jika dimasak dengan teknik yang benar, ketupat sebenarnya bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari pada suhu ruang, bahkan lebih lama jika disimpan dengan baik.
Kunci utamanya adalah memastikan kebersihan bahan, waktu memasak yang cukup, serta proses pendinginan yang benar setelah ketupat matang.
Agar ketupat Lebaran tetap awet dan tidak cepat basi, berikut beberapa cara memasak ketupat yang bisa Anda terapkan di rumah.
1. Pilih Daun Kelapa yang Masih Segar
Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih daun kelapa muda yang masih segar untuk membuat anyaman ketupat. Daun yang segar biasanya berwarna hijau cerah, tidak kering, dan tidak mudah patah.
Baca Juga: Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
Daun kelapa yang sudah tua atau mulai mengering bisa membuat ketupat lebih mudah terkontaminasi bakteri. Selain itu, daun yang segar juga memberikan aroma khas yang membuat ketupat lebih harum saat dimasak.
Jika membeli selongsong ketupat yang sudah jadi, pastikan kondisinya masih bersih dan tidak berjamur. Sebelum digunakan, sebaiknya selongsong ketupat juga dicuci terlebih dahulu dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran atau debu.
2. Gunakan Beras Berkualitas Baik
Kualitas beras sangat memengaruhi ketahanan ketupat. Pilih beras yang pulen dan masih baru agar hasil ketupat lebih padat serta tidak mudah rusak.
Sebelum dimasukkan ke dalam selongsong ketupat, beras sebaiknya dicuci hingga airnya benar-benar jernih. Proses ini penting untuk menghilangkan sisa pati dan kotoran yang bisa mempercepat proses pembusukan.
Setelah dicuci bersih, tiriskan beras terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam anyaman ketupat. Isi selongsong ketupat sekitar setengah hingga dua pertiga bagian saja, karena beras akan mengembang saat dimasak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'
-
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis
-
Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop
-
Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat
-
Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta
-
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
-
4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari
-
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS
-
Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?