Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi ketupat. (Freepik)
Ilustrasi ketupat lebaran (Unsplash/Mufid Majnun)

3. Masak Ketupat dengan Waktu yang Cukup Lama

Salah satu penyebab ketupat cepat basi adalah waktu memasak yang terlalu singkat. Ketupat idealnya dimasak selama sekitar 4-5 jam agar beras benar-benar matang sempurna.

Pastikan seluruh ketupat terendam air selama proses perebusan. Jika air mulai berkurang, tambahkan air panas agar suhu tetap stabil dan proses pemasakan tidak terganggu.

Memasak ketupat hingga benar-benar matang membantu membunuh bakteri serta membuat teksturnya lebih padat. Ketupat yang matang sempurna biasanya terasa kenyal dan tidak lembek.

4. Gunakan Air Rebusan yang Bersih

Air yang digunakan untuk merebus ketupat juga memengaruhi ketahanannya. Sebaiknya gunakan air bersih yang layak konsumsi.

Selama proses memasak, jangan sampai air rebusan berubah menjadi terlalu keruh atau kotor. Jika perlu, Anda bisa mengganti sebagian air rebusan dengan air panas baru untuk menjaga kebersihannya.

Air yang bersih membantu menjaga kualitas ketupat dan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan makanan cepat basi.

5. Tiriskan Ketupat dengan Cara Digantung

Baca Juga: Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026

Setelah ketupat matang, jangan langsung menumpuknya di dalam wadah. Ketupat sebaiknya ditiriskan dengan cara digantung agar airnya bisa menetes keluar secara maksimal.

Cara ini sangat penting karena sisa air yang terperangkap di dalam ketupat bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Dengan menggantung ketupat, udara dapat mengalir dengan baik sehingga proses pendinginan berlangsung lebih cepat.

Biasanya ketupat digantung menggunakan tali atau diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

6. Simpan di Tempat yang Sejuk dan Kering

Setelah ketupat benar-benar dingin, simpan di tempat yang sejuk dan tidak lembap. Hindari menyimpan ketupat dalam wadah tertutup saat masih hangat karena uap air dapat mempercepat pembusukan.

Jika ingin menyimpannya lebih lama, ketupat bisa dimasukkan ke dalam kulkas. Saat akan disajikan kembali, kamu bisa menghangatkannya dengan cara dikukus agar teksturnya kembali lembut.

Dengan penyimpanan yang baik, ketupat bisa bertahan hingga tiga hari tanpa mengalami perubahan rasa atau aroma.

Ketupat yang tahan lama sebenarnya tidak sulit dibuat jika kita memperhatikan beberapa halo penting. Mulai dari memilih daun kelapa yang segar, menggunakan beras berkualitas, memasak dalam waktu yang cukup lama, hingga meniriskan ketupat dengan cara digantung.

Langkah-langkah sederhana ini sangat membantu menjaga ketupat tetap awet dan tidak cepat basi. Dengan begitu, kamu bisa menikmati hidangan khas Lebaran ini bersama keluarga tanpa khawatir ketupat cepat rusak.

Ketupat yang dimasak dengan benar tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga memiliki tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih nikmat saat disantap bersama berbagai lauk khas Hari Raya.

Kontributor : Dea Nabila

Load More