Suara.com - Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (7/3/2026). Ratusan anak duduk berbaris rapi menunggu waktu berbuka. Di tangan mereka, kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
Di tempat itulah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia menggelar kegiatan berbagi dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan kegiatan dipusatkan di sembilan titik lokasi.
Aceh Tamiang dipilih sebagai pusat utama kegiatan BSI Berbagi tahun ini. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana. Bagi banyak anak di sana, kegiatan berbagi ini menjadi momen Ramadan yang menghadirkan kembali keceriaan. Lokasi kegiatan juga dekat dengan tempat hunian sementara (huntara) masyarakat yang dibangun pemerintah Indonesia bersama Danantara dan BUMN Indonesia, termasuk BSI.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo hadir langsung di lokasi bersama Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Prof KH Hasanudin dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Mereka ikut memasak bubur bersama warga, menu khas berbuka puasa masyarakat Aceh yang dikenal sebagai kanji rumbi.
“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Anggoro.
Kegiatan berbagi ini juga berlangsung secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Di setiap kota, jajaran direksi BSI turut hadir untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.
Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.
Jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.444 anak. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Alquran ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia.
Bagi BSI, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial. Bank ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi melalui layanan digital di aplikasi BYOND by BSI, termasuk fitur Donasi Anak Yatim dan Berbagi THR Yatim.
Selama dua pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, transaksi zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui aplikasi tersebut tercatat meningkat sekitar 14 %.
Baca Juga: Minat Umrah Generasi Muda Sangat Tinggi, BSI Bidik Target 1 Juta Nasabah
Selain itu, BSI juga terus mendorong akses pendidikan bagi generasi muda melalui program BSI Scholarship. Hingga kini lebih dari 10.000 beasiswa telah disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
Di Aceh Tamiang sore itu, menjelang adzan magrib, anak-anak mulai membuka paket makanan mereka. Tawa kecil terdengar di antara mereka. Ramadan, bagi mereka, menjadi sedikit lebih hangat.***
Berita Terkait
-
Minat Umrah Generasi Muda Sangat Tinggi, BSI Bidik Target 1 Juta Nasabah
-
Digelar di 9 Kota Besar, BSI Fest Ramadan 2026 Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp4 Juta
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Layanan Kustodian dan Kinerja Impresif Bank Bullion BSI Diakui Lembaga Internasional
-
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta
-
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
-
Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI
-
Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya
-
Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO