Lifestyle / Komunitas
Minggu, 15 Maret 2026 | 08:12 WIB
ilustrasi bersalaman setelah salat Ied (freepik/rawpixel.com)
Baca 10 detik
  • Bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram dilarang; cukup sampaikan salam verbal sambil meletakkan tangan di dada.
  • Jangan memaksa jabat tangan jika orang lain menarik diri atau hanya merespons dengan senyum tanpa uluran tangan.
  • Prioritaskan salam lisan seperti "Minal aidin wal faizin" karena ucapan tulus lebih utama daripada kontak fisik.

Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin” jauh lebih utama daripada jabat tangan.

Di banyak negara Muslim, salam lisan sudah cukup. Di Indonesia, kita bisa menambahkan “Mohon maaf lahir dan batin” dengan nada tulus.

Ini menghindari keraguan sekaligus tetap menyampaikan maksud silaturahmi.

4. Perhatikan konteks tempat dan kerumunan

Di lapangan terbuka saat Salat Ied, kerumunan sangat padat. Risiko penularan penyakit atau sentuhan tak sengaja lebih tinggi.

Etika terbaik adalah menjaga jarak minimal 1 meter sebelum memutuskan apakah akan bersalaman.

Jika ramai, cukup mengangguk dan berdoa dari jauh.

5. Jaga kebersihan tangan

Setelah salat, tangan mungkin berkeringat atau baru memegang sajadah.

Baca Juga: Jamaah Salat Idul Fitri di Tokyo Membludak: Bukti Jumlah WNI di Jepang Tembus 200 Ribu?

Jika ingin bersalaman dengan orang tak dikenal, pastikan tangan bersih atau gunakan tisu/hand sanitizer terlebih dahulu.

Memberi kesan “kotor” justru membuat orang enggan.

6. Hormati batasan usia dan status

Anak kecil atau lansia tak dikenal mungkin tidak nyaman disentuh orang asing.

Orang tua biasanya lebih senang jika kita hanya mengucapkan doa tanpa jabat tangan.

Sebaliknya, jika bertemu anak muda yang jelas sesama jenis, jabat tangan hangat justru sangat dianjurkan.

7. Jadikan momen ini ajang dakwah lembut

Banyak orang tak dikenal yang baru pertama kali salat Ied bersama kita.

Load More