- Insiden DBD di Indonesia tergolong tinggi, sekitar 50 kasus per 100 ribu penduduk, dipicu perubahan iklim yang membuat prediksinya sulit.
- Aliansi "United Against Dengue" diluncurkan oleh Takeda, IFRC, dan PMI sebagai penguatan kemitraan pencegahan berbasis komunitas di Indonesia.
- PMI memperkuat pencegahan melalui relawan di tingkat kelurahan untuk deteksi dini gejala dan edukasi gerakan 3M Plus masyarakat setempat.
Suara.com - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Jakarta yang selama ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kasus cukup tinggi.
Meski berbagai program pencegahan telah dijalankan selama bertahun-tahun, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini masih terus muncul di berbagai daerah dan bahkan cenderung sulit diprediksi kemunculannya.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Fachmi Idris mengatakan insiden dengue di Indonesia masih tergolong tinggi.
“Insiden dengue masih cukup tinggi, sekitar 50 kasus per 100 ribu penduduk. Bahkan dari seribu kasus terdapat sekitar empat kematian,” kata Fachmi di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, perubahan pola musim dan dampak perubahan iklim membuat siklus kemunculan dengue tidak lagi mudah diprediksi seperti sebelumnya. Jika dulu kasus sering dikaitkan dengan pola siklus tertentu, kini kemunculannya menjadi lebih tidak menentu.
“Mungkin dulu orang bicara siklusnya 10 tahun atau lima tahun. Sekarang bisa tiga tahun bahkan tidak menentu, kemungkinan karena perubahan iklim. Jadi kasusnya hampir tidak pernah benar-benar berhenti,” ujarnya.
Di Jakarta sendiri, sejumlah wilayah menjadi perhatian karena angka kasusnya yang cukup menonjol. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur selama beberapa tahun terakhir termasuk daerah dengan kasus dengue yang relatif tinggi.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” di Indonesia.
Baca Juga: Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
Inisiatif ini digagas oleh perusahaan biofarmasi Takeda Pharmaceutical Company bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan PMI.
Aliansi tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan regional United Against Dengue di Asia Pasifik yang sebelumnya diluncurkan pada Juni 2025. Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional sebagai bentuk penguatan aksi pencegahan berbasis komunitas.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi dengue yang masih menjadi ancaman sepanjang tahun di negara tropis seperti Indonesia.
“Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tujuan pemerintah Indonesia mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” ujarnya.
Dalam implementasinya, PMI mengandalkan kekuatan jaringan relawan hingga tingkat kelurahan untuk memperkuat deteksi dini dan edukasi masyarakat.
Fachmi menjelaskan bahwa relawan PMI dibekali pengetahuan dasar untuk mengenali gejala awal dengue melalui pendekatan surveilans berbasis masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Jangan Sampai Terlewat! 4 Warna Lantai Trendi Ini Bikin Rumah Auto Mewah Sambut Lebaran 2026
-
Dari Wakaf Al Quran hingga Dialog Peradaban, Pesan Kebersamaan Menggema dari Masjid Istiqlal
-
Terpopuler: Biodata dan Profil Syifa Hadju, 5 Prompt Viral Kartu Ucapan Idulfitri
-
Bacaan Takbiran Idulfitri Lengkap dengan Artinya: Jangan Sampai Salah Baca
-
Ramalan Keuangan Shio 16 Maret 2026: Ini 5 Shio yang Bakal Panen Rezeki
-
Promo JSM Alfamart Diperpanjang, Minyak Goreng 2 Liter Cuma Rp30 Ribuan
-
5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran
-
5 Rekomendasi Outfit Keluarga Lebaran 2026 Tema Earth Tone yang Elegan
-
Promo Indomaret Festival Ramadan: Sirup Banting Harga Jadi Rp7.500 Jelang Lebaran
-
Terakhir Hari Ini! Serbu Promo 9 Micellar Water di Superindo, Murah Mulai Rp18 Ribuan