- Menko PMK meminta duta besar Indonesia menyiapkan skema bisnis detail untuk pekerja migran dalam program SMK Go Global.
- Rapat dengan Menteri P2MI membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja lulusan minimal SMK/SMA.
- Program ini menargetkan pengiriman 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK ke luar negeri untuk keahlian khusus.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta para duta besar Indonesia di berbagai negara untuk menyiapkan skema bisnis yang tepat bagi pekerja migran RI. Arahan itu disampaikan seiring adanya program SMK Go Global untuk meningkatkan peluang lulusan sekolah menengah dalam negeri agar dapat bekerja di luar negeri.
Cak Imin menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) akan segera menggelar rapat dengan para duta besar, baik secara daring maupun tatap muka.
Rapat tersebut akan membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja dengan keterampilan minimal lulusan SMK dan SMA.
"Sehingga saya sampaikan kepada para duta-duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail agar masing-masing duta besar melaporkan kepada kami berdua berapa persiapan tenaga kerja mikran kita yang bisa direkrut," kata Cak Imin usai rapat dengan Menteri P2MI di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Cak Imin menekankan bahwa program tersebut dikhususkan bagi calon pekerja dengan tingkat pendidikan minimal SMK atau SMA.
"Di bawah SMK-SMA kita tidak ikut merekomendasikan," imbuhnya.
Alasannya, lanjut Cak Imin, dengan tingkat pendidikan yang lebih baik diharapkan pekerja migran Indonesia dapat memperoleh pekerjaan di bidang keahlian khusus, bukan sekadar pekerjaan domestik.
Oleh sebab itu, ia juga meminta lembaga pelatihan serta lembaga pendidikan vokasi, baik milik swasta maupun kementerian, untuk terus menyiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan calon pekerja migran. Menurut Cak Imin, keahlian khusus yang belakangan banyak dibutuhkan secara global antara lain welder, bidang hospitality, serta tenaga kesehatan.
"Kami juga terus mendorong agar ekosistem lembaga pelatihan peningkatan mutu kurikulum SMK yang berkelas internasional. Standardnya kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja mikran di luar negeri mengikuti standard yang sertifikat," ucapnya.
Baca Juga: Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan dapat mengirim sekitar 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK untuk bekerja ke luar negeri.
Berita Terkait
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah
-
Lantik Direksi BPJS, Cak Imin Minta Jaminan Sosial Harus Bikin Rakyat Produktif dan Tak Jatuh Miskin
-
Anggaran Operasional BPJS Tembus Rp 5 T, Cak Imin Warning Soal Pemborosan
-
Muhaimin Lantik Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026-2031
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi