Tema kehidupan perantau kembali muncul dalam lagu Tanggih Dirantau. Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang yang mencoba bertahan hidup jauh dari kampung halaman.
Cerita yang disampaikan dalam lagu ini menunjukkan bahwa hidup di rantau tidak selalu mudah. Ada rasa sepi, rindu, serta keinginan untuk kembali ke tempat asal.
Meski begitu, lagu ini juga membawa pesan tentang keteguhan hati. Seorang perantau harus kuat menjalani kehidupan di tempat baru sambil tetap mengingat kampung halaman.
5. Ratau Den Pajuah
Ratau Den Pajuah menjadi salah satu lagu Minang yang cukup populer di kalangan perantau. Judulnya sendiri menggambarkan kondisi seseorang yang berada sangat jauh dari kampung halaman.
Liriknya menggambarkan perjalanan hidup di rantau yang penuh tantangan. Perasaan rindu kepada keluarga dan kampung halaman menjadi tema utama yang terus muncul sepanjang lagu.
Karena maknanya yang kuat, lagu ini sering diputar saat perjalanan pulang kampung. Banyak orang merasa liriknya sangat menggambarkan pengalaman hidup di perantauan.
6. Ratok Anak Rantau
Suasana yang lebih sendu terasa dalam lagu Ratok Anak Rantau. Lagu ini bercerita tentang kesedihan seorang perantau yang harus hidup jauh dari keluarga.
Baca Juga: Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
Kata “ratok” sendiri dalam bahasa Minang berarti tangisan atau kesedihan. Oleh karena itu, lagu ini menggambarkan perasaan haru seorang anak yang merindukan kampung halamannya.
Walau terdengar melankolis, lagu ini tetap disukai karena menggambarkan realitas kehidupan perantau. Banyak orang merasa kisah dalam lagu ini sangat dekat dengan kehidupan mereka.
7. Harok di Rantau Urang
Harok di Rantau Urang juga sering masuk dalam daftar lagu Minang bertema perantauan. Lagu ini menceritakan harapan seseorang yang mencoba meraih kehidupan lebih baik di negeri orang.
Cerita dalam lagu ini tidak hanya tentang kerinduan, tetapi juga tentang perjuangan. Seorang perantau harus bekerja keras agar suatu hari bisa kembali ke kampung halaman dengan kebanggaan.
Karena maknanya yang penuh semangat sekaligus haru, lagu ini sering diputar saat perjalanan mudik. Banyak orang merasa lagu ini memberikan motivasi sekaligus nostalgia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepatu yang Cocok Dipakai dengan Baju Gamis Saat Lebaran
-
5 Rekomendasi Tempat Makan Sate Maranggi Terdekat Pintu Tol Cipali untuk Pemudik
-
Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta, Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah
-
Jangan Lewatkan Aksi Akrobat Internasional dari Chile di The Park Pejaten Saat Libur Lebaran!
-
6 Makeup Wardah untuk Tampil Natural saat Salat Id, Wajah Bercahaya Anti Menor
-
Lagi Tren, 6 Rekomendasi Mukena Premium Bahan Silk dan Lace untuk Lebaran 2026
-
Ramalan Shio 17 Maret 2026: 6 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung Hari Ini
-
10 Jawaban Savage untuk Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Saat Lebaran, Bikin Penanya Auto Diam
-
Terpopuler: Nominal Ideal THR untuk Mertua, Sejarah Unik Nastar
-
6 Shio Paling Hoki pada 17 Maret 2026, Siapa Saja?