- Porter di Stasiun Pasar Senen mengalami peningkatan signifikan jumlah pelanggan menjelang Lebaran sejak H-10.
- Peningkatan volume penumpang ini berdampak positif pada pendapatan porter, meskipun menghadapi tantangan terkait penumpang mudik gratis.
- Porter seperti Pak Khamid tetap bekerja keras mencari nafkah, walau harus rela membatasi waktu kunjungan singkat ke kampung halaman.
Suara.com - Sinar matahari sore menerobos masuk melalui celah-celah atap kaca tinggi Stasiun Pasar Senen, menyinari ratusan orang yang memadati area keberangkatan pada Senin (16/3/2026).
Di tengah keriuhan pemudik yang menjinjing tas dan menyeret koper, tampak pria-pria berseragam kuning mencolok hilir mudik dengan sigap.
Mereka adalah para porter yang di pundaknya bersandar beban kardus-kardus besar milik penumpang demi mengais rezeki pada masa angkutan Lebaran.
Salah satu dari mereka adalah Pak Khamid. Di tengah hiruk pikuk Stasiun Pasar Senen, ia menceritakan bagaimana suasana stasiun mulai berubah sejak sepuluh hari menjelang Lebaran.
"Mulai H-10 sudah mulai ramai," ujar Khamid saat berbincang di lokasi penugasan, Senin (16/3/2026).
Meski volume penumpang meningkat tajam, keramaian kali ini membawa tantangan tersendiri bagi para porter. Khamid menceritakan sebuah fenomena unik sekaligus lucu yang kerap ia temui saat musim mudik gratis tiba.
"Tambah ramai sih, tapi ramainya mudik gratis ini. Jadi kalau mudik gratis itu bagi porter itu nggak terlalu, ibaratnya nggak terlalu pengaruh gitu. Pengaruhnya apa? Sangat pengaruhlah, ibaratnya kalau mudik gratis itu ditawarin dikiranya porternya juga gratis gitu," tuturnya sembari tertawa lepas.
Bagi Khamid dan rekan-rekannya, minggu-minggu ini adalah masa "panen". Jika pada hari biasa mereka hanya melayani sekitar 5 sampai 7 pelanggan, kini jumlahnya bisa melonjak hingga dua kali lipat lebih.
"Orderannya kalau tiap harinya sih nggak pasti ya. Paling ya ibaratnya biasanya kalau hari-hari biasa ya itu paling 5, paling 7, ini bisa 15 gitu," jelasnya.
Baca Juga: PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
Lonjakan pesanan ini tentu berdampak langsung pada kantong mereka. Meski sudah ada tarif resmi yang tertera di aplikasi jasa porter sebesar Rp38.000, Khamid mengaku tetap fleksibel demi membantu pemudik.
"Kalau kita sih nggak ngasih tarif berapa gitu ya, nggak tetep. Kalau aplikasinya sih sudah ada. Kalau tarif dari aplikasi itu 38. Tapi kalau orangnya di bawah aplikasi pun kita bawa gitu," katanya.
"Kalau Lebaran begini mau nambahin ya silakan nambahin gitu aja. Kalau hari-hari biasa bisa 100 (ribu), ini bisa dua kali lipat (200 ribu ke atas) gitu,” tambahnya.
Namun, di balik rezeki yang berlipat, ada pengorbanan yang harus diberikan. Saat jutaan orang bersiap untuk pulang kampung dalam waktu lama, para porter seperti Khamid harus memutar otak untuk mengatur waktu.
Ia tidak ingin kehilangan momen emas mencari nafkah, namun juga tak tega meninggalkan buah hatinya di kampung halaman. Khamid tetap akan mudik, meski hanya sekejap.
"Kalau mudik sih ada. Saya pun mudik. Saya mudik nanti paling di rumah sehari dua hari udah balik lagi ke sini lagi," ungkap pria yang keluarganya menetap di Kebumen, Jawa Tengah ini.
Berita Terkait
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Siasat Pemudik Motor: Berangkat Malam Lewat Kalimalang Agar Tak Kepanasan dan Tetap Puasa
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
25 Quotes Hari Buruh untuk Pekerja Kelas Menengah yang Tangguh
-
Kisah Solati: Bekerja, Kuliah, dan Mengabdi di Tengah Kesibukan Sehari-hari
-
Skema Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir May Day 2026 di Kawasan Monas
-
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia
-
Ojol Desak Prabowo Terbitkan Perpres, Tuntut Skema Bagi Hasil 90:10 di May Day
-
Mojtaba Khamenei Bersumpah Pertahankan Nuklir Iran
-
Mojtaba Khamenei Muncul, Deklarasikan Kemenangan Atas AS Serta Penguasaan Penuh Jalur Selat Hormuz
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal