Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi kue nastar. (Dok: Pixabay/Tifani Topan)

Oven bukan hanya alat, tetapi juga penentu akhir dari perjalanan nastar. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat bagian luar cepat kering dan retak. Dengan suhu yang lebih rendah dan proses bertahap, nastar matang perlahan, menjaga tekstur tetap lembut hingga ke bagian dalam.

Di tahap ini, Anda bisa menggunakan Mito Oven Fantasy 2 yang dilengkapi teknologi 360° Pro Heat Technology, sebuah inovasi yang memungkinkan panas tersebar merata ke seluruh bagian oven. Teknologi ini memastikan distribusi panas yang stabil selama proses pemanggangan, sehingga setiap nastar dapat matang konsisten di setiap sisi tanpa perlu memutar loyang.

7. Memberi sentuhan akhir yang mengilap

Olesan kuning telur menjadi tahap yang mempercantik tampilan. Saat dioleskan dengan pas, permukaan nastar akan tampak mengilap dan menggoda. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari pengalaman menikmati kue secara utuh.

8. Menunggu hingga dingin sebelum disimpan

Godaan terbesar datang setelah nastar matang. Aromanya begitu kuat, seolah mengajak untuk segera mencicipi. Namun, nastar yang masih panas sangat rentan hancur. Memberinya waktu untuk dingin sepenuhnya adalah langkah penting agar teksturnya tetap utuh saat disentuh.

Pada akhirnya, membuat nastar bukan sekadar mengikuti resep, melainkan memahami setiap prosesnya. Dari bahan hingga pemanggangan, semua saling terhubung untuk menciptakan hasil yang sempurna nastar yang lembut, tidak mudah hancur, dan selalu berhasil menghadirkan rasa hangat di setiap momen kebersamaan.

Load More