Lifestyle / Komunitas
Kamis, 19 Maret 2026 | 06:55 WIB
Ilustrasi Lebaran. [Envanto]

Suara.com - Lebaran umumnya menjadi momen yang penuh sukacita bagi keluarga. Namun terkadang, kehangatan saat kumpul keluarga itu menjadi tidak asik saat ada saudara toxic yang suka adu nasib.

Lantas bagaimana cara kita menghadapinya? Bisa disimak dalam salah satu artikel Terpopuler di kanal Lifestyle Suara.com berikut.

Di sisi lain, ada juga artikel yang membahas sejumlah topik seru untuk memeriahkan suasan kumpul saat Lebaran. Mari simak selengkapnya.

1. 4 Cara Menghadapi Saudara yang Toxic Suka Membandingkan Nasib Saat Kumpul Keluarga

Ilustrasi kumpul keluarga saat Lebaran (Shutterstock)

Momen Lebaran selalu menjadi waktu spesial untuk silaturahmi dan kumpul keluarga besar. Rumah terbuka lebar, ketupat dan opor tersedia di meja, sanak saudara saling bermaafan.

Namun, di balik tawa dan pelukan, sering muncul satu saudara yang langsung bikin suasana berubah. Dia suka membandingkan nasib "Kamu sudah punya rumah sendiri belum? Gaji segitu kok masih numpang?" atau "Anakku sudah sekolah internasional, kamu gimana?".

Baca selengkapnya

2. Hukum Meminta THR Lebaran dalam Islam, Boleh atau Tidak?

hukum meminta thr dalam islam (Gemini AI)

Berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) dari kantor yang bersifat wajib, bagaimana hukum meminta THR pada saudara atau teman dekat dalam Islam? Sebab, “THR” pada Idul Fitri pada dasarnya adalah sebuah hadiah yang artinya tidak wajib bagi seseorang untuk memberikannya.

Baca Juga: Penyebab Mesin Mobil Overheat di Tol, Lengkap Cara Mengatasinya

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa golongan yang diperbolehkan untuk meminta-minta, namun tetap dengan batasan dan syarat tertentu.

Baca selengkapnya

3. Sakit di Penghujung Ramadan, Benarkah Tanda Dosa Dihapus?

Ilustrasi sakit. [freepik]

Sepuluh hari terakhir Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam. Pada fase inilah semangat ibadah biasanya meningkat tajam. Banyak muslim memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga beritikaf demi meraih keberkahan Lailatul Qadar. Namun, bagaimana jika justru di masa penuh keutamaan ini seseorang mengalami sakit?

Pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat. Sebagian orang merasa sedih karena tidak dapat beribadah secara maksimal akibat kondisi fisik yang menurun. Tubuh terasa lemas, terserang flu, demam, atau penyakit lainnya. Meski demikian, dalam ajaran Islam, sakit tidak selalu dimaknai sebagai hal buruk. Bahkan, banyak ulama menjelaskan bahwa sakit di penghujung Ramadan bisa menjadi bentuk rahmat dari Allah SWT.

Baca selengkapnya

Load More