Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:15 WIB
Kapan puasa Syawal 2026 dimulai? (freepik)

Suara.com - Setelah merayakan Idulfitri, banyak umat Muslim ingin menambah pahala dengan puasa sunnah di bulan Syawal. Amalan ini sangat dianjurkan karena keutamaannya yang luar biasa. Lantas, kapan puasa Syawal 2026 dimulai?

Mengetahui jadwal puasa Syawal 2026 sangat penting agar ibadah ini bisa direncanakan dengan baik, sehingga Anda bisa menyesuaikan jadwal puasa sesuai aktivitas sehari-hari tanpa melewatkan kesempatan mendapatkan pahala besar.

Berikut ini informasi lengkap terkait kapan tepatnya tanggal pelaksanaan puasa Syawal 2026, berapa hari yang harus dijalankan, hukum dari puasa ini, hingga keutamaannya.

Mulai Kapan Puasa Syawal 2026?

Puasa Syawal dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri. Namun, puasa pada tanggal 1 Syawal diharamkan, sehingga puasa sunnah baru bisa dimulai pada tanggal 2 Syawal.

Tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan tanggal Idulfitri. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga puasa Syawal bisa dimulai 21 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah, NU, BRIN, dan BMKG memperkirakan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sehingga puasa Syawal dapat dimulai 22 Maret 2026.

Namun, tanggal resmi menurut pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama, yang mempertimbangkan hasil rukyat hilal dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi, meskipun ada perkiraan, tanggal pastinya baru bisa dipastikan setelah pengumuman resmi sidang isbat.

Secara keseluruhan, periode puasa enam hari di bulan Syawal adalah dari 22 Maret hingga 18 April 2026, tergantung tanggal Idulfitri yang diikuti.

Berapa Hari Puasa Syawal Dilakukan?

Puasa Syawal dianjurkan selama enam hari di bulan Syawal. Namun, enam hari ini tidak harus berturut-turut, sehingga setiap orang bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kesibukan masing-masing.

Baca Juga: Sah! 1 Syawal 1447 H Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Lebaran 2026

Banyak yang memilih hari Senin dan Kamis karena memiliki keutamaan tambahan dalam puasa sunnah.

Yang penting adalah memastikan enam hari puasa ini tetap selesai dalam bulan Syawal. Jadi, jika Anda sibuk atau memiliki alasan tertentu, puasa bisa dijalankan secara terpisah, misalnya dua hari lalu jeda, kemudian dilanjutkan empat hari berikutnya.

Hukum Puasa Syawal

Puasa Syawal termasuk puasa sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan dan memiliki pahala besar, tetapi tidak wajib. Jika seseorang tidak sempat menjalankannya, tidak berdosa.

Namun, bagi yang masih memiliki hutang puasa Ramadan, menyelesaikan puasa wajib ini lebih utama sebelum menunaikan puasa Syawal. Dengan begitu, puasa Syawal menjadi tambahan pahala, sementara kewajiban Ramadan tetap tertunaikan.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan yang bisa meningkatkan pahala dan kesempurnaan ibadah. Beberapa di antaranya:

1. Pahala seperti berpuasa setahun penuh

Load More