Suara.com - Di tengah upaya mencari makanan yang lebih ramah lingkungan, para ilmuwan selama ini banyak fokus pada satu hal: bagaimana cara menanamnya. Namun ada pertanyaan lain yang tak kalah penting, yaitu apakah orang benar-benar mau memakannya?
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Agricultural Economics mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk makanan berbahan biji-bijian ramah lingkungan, selama manfaatnya dijelaskan dengan jelas, dan rasanya tetap enak.
Salah satu bahan yang diteliti adalah intermediate wheatgrass, yang lebih dikenal dengan nama dagang Kernza. Tanaman ini digadang-gadang sebagai masa depan pertanian berkelanjutan.
Berbeda dengan gandum biasa yang harus ditanam ulang setiap tahun, Kernza bisa bertahan di tanah selama tiga hingga lima tahun.
Akar tanaman ini juga jauh lebih dalam, sehingga membantu menjaga kesehatan tanah, mengurangi erosi, serta menekan pencemaran akibat pupuk. Meski punya banyak keunggulan lingkungan, masa depan Kernza di pasar tetap bergantung pada dua hal sederhana: rasa dan harga.
Peneliti utama, Jie Li dari Cornell University, mengatakan bahwa selama ini penelitian sering terlalu fokus pada aspek produksi, tanpa memikirkan apakah produk tersebut akan diterima oleh konsumen.
“Produk makanan baru hanya akan berdampak jika orang mau membelinya,” ujar Li.
Untuk menguji hal tersebut, tim peneliti melakukan eksperimen unik berupa uji coba dan lelang roti. Mereka melibatkan konsumen di wilayah New York untuk mencicipi empat jenis roti sourdough: gandum utuh, spelt, serta dua roti yang dicampur dengan Kernza masing-masing sebesar 15 persen dan 25 persen.
Baca Juga: 5 Cara Mengatur Stok Makanan di Kulkas Sebelum Ditinggal Mudik agar Tidak Busuk
Peserta tidak hanya mencicipi, tetapi juga diminta menentukan berapa harga yang bersedia mereka bayar. Metode ini digunakan agar hasilnya lebih mendekati perilaku nyata saat membeli.
Hasilnya cukup menarik. Ketika konsumen diberi penjelasan sederhana tentang manfaat lingkungan dari Kernza, seperti kemampuannya menyimpan karbon dan menjaga tanah, mereka bersedia membayar 5 hingga 10 persen lebih mahal dibanding roti biasa.
Roti dengan campuran 15 persen Kernza menjadi yang paling seimbang. Selain dianggap ramah lingkungan, rasa dan teksturnya juga masih sesuai dengan ekspektasi konsumen. Namun, ketika kadar Kernza dinaikkan menjadi 25 persen, minat beli justru menurun.
Peneliti menemukan bahwa roti tersebut terasa lebih padat dan kurang elastis. Hal ini terjadi karena struktur gluten pada Kernza tidak sekuat gandum biasa.
Temuan ini menunjukkan satu hal penting: keunggulan lingkungan saja tidak cukup. Jika rasa tidak memenuhi harapan, konsumen akan ragu untuk membeli, meskipun produknya lebih berkelanjutan.
Saat ini, biji-bijian abadi seperti Kernza masih menyumbang kurang dari 1 persen produksi global. Selain karena hasil panennya belum setinggi tanaman konvensional, pasar untuk produk ini juga masih terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Sepatu Running Lokal Rp200 Ribuan Terbaik, Kualitas Juara Bukan Barang Abal-abal
-
4 Rekomendasi Bedak Padat Translucent yang Ringan dan Bikin Makeup Flawless
-
4 Zodiak Paling Beruntung 6 Mei 2026: Siap-siap Uang Bertambah dan Cinta Bersemi
-
Cushion Barenbliss Harga Berapa? Ini Update Terbaru dan 3 Rekomendasinya
-
Apa Beda Undertone dan Skintone? Kunci agar Tak Salah Pilih Makeup hingga Pakaian
-
5 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Mei, Tenang tapi Penuh Keteguhan
-
Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar IndonesiaMalaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar
-
7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
-
Fungsional dan Eco-Friendly, VIVAIA Hadirkan Koleksi Kolaborasi dengan Seniman Prancis
-
5 Rekomendasi Sepatu Running Lokal Wanita, Ringan dan Terjangkau untuk Lari