Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:40 WIB
Semangkuk opor ayam hangat dengan kuah santan kental, disajikan bersama ketupat dan taburan bawang goreng. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Opor ayam melambangkan permintaan maaf melalui filosofi santen atau pangapunten.
  • Ketupat memiliki makna ngaku lepat dan laku papat dalam tradisi Jawa.
  • Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi bakda kupat sebagai sarana dakwah yang santun.

Suara.com - Hari Raya Idulfitri atau Lebaran di Indonesia identik dengan harumnya aroma opor ayam dan ketupat.

Tanpa adanya duet maut antara opor ayam dan ketupat, Lebaran biasanya terasa kurang lengkap.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harus dua menu ini yang selalu muncul di meja makan saat Lebaran?

Ternyata di balik kelezatannya, ada sejarah panjang dan makna filosofis yang sangat mendalam.

1. Rahasia di Balik Santan: "Santen" Adalah "Pangapunten"

Dalam budaya Jawa, opor ayam bukan sekadar masakan berbumbu rempah. 

Ilustrasi opor ayam (royco.co.id)

Nama "santen" atau santan dalam bahasa Jawa memiliki bunyi yang mirip dengan kata "pangapunten" yang berarti permintaan maaf.

Penyajian opor ayam di hari kemenangan menjadi simbol permohonan maaf yang tulus atas segala kesalahan. 

Warna kuahnya yang putih atau kuning keemasan juga melambangkan kesucian hati setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. 

Baca Juga: Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia

Jadi, saat Anda menyajikan opor, secara simbolis Anda sedang mengajak tamu untuk saling memaafkan.

2. Filosofi Ketupat: Ngaku Lepat dan Laku Papat

Sama halnya dengan opor ayam, ketupat juga punya makna yang tak kalah keren. 

Istilah "Kupat" dalam tradisi Jawa merupakan kependekan dari "Ngaku Lepat" atau mengakui kesalahan dan "Laku Papat" atau empat tindakan.

Apa saja empat tindakan itu?

  • Lebaran: Pintu ampunan telah dibuka lebar.
  • Luberan: Melimpahnya rezeki dan semangat berbagi melalui zakat fitrah.
  • Leburan: Meleburnya dosa-dosa di antara sesama manusia.
  • Laburan: Berasal dari kata kapur, yang artinya memutihkan atau menjernihkan kembali hati yang kotor.

Bahkan, anyaman ketupat yang rumit pun ada artinya, yaitu melambangkan lika-liku perjalanan hidup manusia yang penuh masalah, tapi tetap bisa diatasi dengan kesabaran hingga membentuk sesuatu yang indah.

Load More