Suara.com - Setelah merayakan Hari Raya Idulfitri, sebagian masyarakat Indonesia masih melanjutkan suasana Lebaran dengan perayaan yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat.
Tradisi ini sangat populer di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa.
Lebaran Ketupat biasanya dirayakan dengan membuat dan menyajikan ketupat bersama berbagai hidangan khas seperti opor ayam, sambal goreng, dan sayur labu.
Perayaan ini bukan sekadar tradisi kuliner, tetapi juga memiliki makna religius dan budaya yang mendalam.
Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk kembali berkumpul, bersilaturahmi, serta berbagi makanan dengan tetangga dan kerabat. Tradisi dan makna lebaran ketupat menarik untuk dikulik, terutama di lingkungan masyarakat Jawa.
Lebaran Ketupat merupakan perayaan yang biasanya dilaksanakan sepekan setelah Idulfitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah.
Tradisi ini sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat Jawa dan sering dikaitkan dengan ajaran dakwah yang disebarkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu tokoh dari Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa.
Dalam tradisi tersebut, masyarakat dianjurkan menjalankan puasa sunah Syawal selama enam hari setelah Idulfitri.
Setelah menyelesaikan puasa tersebut, mereka kemudian merayakannya dengan makan ketupat bersama keluarga dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Bolehkan Menjawab Ucapan Selamat Lebaran Hanya dengan Stiker WhatsApp?
Oleh karena itu, Lebaran Ketupat sering dianggap sebagai simbol penyempurnaan ibadah setelah Ramadan dan puasa sunah Syawal.
Prediksi Tanggal Lebaran Ketupat 2026 / 1447 H
Untuk mengetahui tanggal Lebaran Ketupat, terlebih dahulu perlu mengetahui kapan Idulfitri berlangsung.
Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jadi, Lebaran Ketupat yang diperingati pada 8 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 28 Maret 2026.
Lebaran ketupat dianggap sebagai momen yang sakral bagi sebagian orang. Ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga memiliki simbol dan filosofi yang sangat dalam dalam budaya masyarakat Indonesia.
Kata "ketupat" dalam tradisi Jawa sering dihubungkan dengan istilah "ngaku lepat", yang berarti mengakui kesalahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian
-
30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
-
4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026