Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB
Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Hal ini mencerminkan semangat Idulfitri sebagai momen saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa.

Selain itu, anyaman daun kelapa yang digunakan untuk membuat ketupat juga memiliki makna simbolis. Anyaman tersebut melambangkan berbagai kesalahan manusia yang saling terjalin dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika ketupat dibelah, bagian dalamnya yang berwarna putih melambangkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Di berbagai daerah, Lebaran Ketupat dirayakan dengan cara yang berbeda-beda. Namun umumnya masyarakat akan memasak ketupat dalam jumlah banyak dan menyajikannya bersama hidangan khas seperti opor ayam, rendang, atau sayur santan.

Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura, masyarakat juga sering mengadakan acara makan bersama atau kenduri. Tradisi ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selain itu, ada pula daerah yang mengadakan festival atau perayaan khusus Lebaran Ketupat yang melibatkan seluruh masyarakat desa.

Lebaran Ketupat tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan silaturahmi.

Setelah perayaan Idulfitri, tradisi ini menjadi kesempatan kedua bagi keluarga dan masyarakat untuk berkumpul kembali.

Kegiatan memasak ketupat bersama, berbagi makanan, serta saling mengunjungi rumah tetangga menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Baca Juga: Bolehkan Menjawab Ucapan Selamat Lebaran Hanya dengan Stiker WhatsApp?

Tradisi ini juga mengajarkan pentingnya berbagi rezeki kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi unik yang memperkaya budaya Islam di Indonesia.

Perayaan ini tidak hanya menghadirkan hidangan lezat, tetapi juga mengandung nilai spiritual, budaya, dan sosial yang mendalam.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More