- Kolesterol tinggi merupakan kondisi tanpa gejala awal yang pasti.
- Namun penumpukan LDL menyebabkan aterosklerosis dan risiko penyakit jantung serius.
- Beberapa sinyal tidak langsung meliputi sakit kepala, kesemutan, nyeri dada saat beraktivitas, dan munculnya benjolan kuning di kulit.
6. Nyeri atau kram di kaki saat berjalan
Penyakit arteri perifer sering menjadi tanda kolesterol tinggi. Betis atau paha terasa pegal, kram, atau berat saat beraktivitas, lalu mereda saat berhenti (claudication).
7. Muncul benjolan kuning di kulit (xanthelasma atau xanthoma)
Benjolan kecil kekuningan muncul di kelopak mata, siku, lutut, atau punggung tangan. Ini adalah penumpukan lemak kolesterol di bawah kulit dan merupakan ciri khas pada orang dengan kolesterol sangat tinggi.
8. Gangguan pencernaan seperti kembung dan mual
Kolesterol tinggi bisa menyebabkan perlemakan hati (fatty liver). Perut terasa penuh, kembung, atau mual setelah makan makanan berlemak.
9. Nyeri otot atau sendi tanpa sebab jelas
Peradangan akibat plak kolesterol membuat otot dan sendi terasa pegal, terutama di bahu, punggung, atau kaki.
10. Disfungsi ereksi pada pria
Baca Juga: Diet Unik Ini Mungkin Jadi Solusi Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol
Pembuluh darah ke organ vital menyempit, sehingga sulit mencapai atau mempertahankan ereksi. Ini sering menjadi tanda awal masalah pembuluh darah yang lebih luas.
Selain 10 ciri di atas, pada kasus familial hypercholesterolemia (keturunan), bisa muncul arcus senilis (cincin putih keabu-abuan di sekitar iris mata) meski usia masih muda.
Cara mengatasi dan mencegah
Yang paling penting: lakukan tes kolesterol rutin setiap 4–6 tahun (mulai usia 20 tahun) atau lebih sering jika ada riwayat keluarga.
- Ubah pola makan dengan mengurangi gorengan, daging merah, dan makanan manis.
- Perbanyak sayur, buah, ikan, oat, dan kacang-kacangan.
- Olahraga minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, berenang, atau lari).
- Hindari rokok dan batasi alkohol.
- Jika sudah tinggi, dokter mungkin meresepkan statin atau obat lain.
Kolesterol naik tidak selalu terasa, tapi 10 ciri-ciri di atas bisa menjadi alarm dini. Jangan tunggu sampai muncul serangan jantung atau stroke. Segera periksakan diri ke dokter atau laboratorium terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
-
4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional