Lifestyle / Female
Senin, 23 Maret 2026 | 10:05 WIB
Butik niche perfume. (dok. Filosofia)
Baca 10 detik
  • Minat konsumen terhadap parfum niche meningkat karena mencari aroma unik, kompleks, dan berfungsi sebagai ekspresi diri.
  • PT Izone Indonusa membuka butik niche perfume bernama Filosofia di Ciputra World Surabaya untuk pengalaman wewangian mendalam.
  • Surabaya dipilih karena potensi ekonomi kuat serta karakter konsumen yang memiliki daya beli tinggi dan suka eksplorasi.

Suara.com - Tren fragrance belakangan ini bukan lagi sekadar soal wangi yang enak, tapi juga tentang identitas, cerita, dan pengalaman personal. Dari Eropa hingga Asia, termasuk Indonesia, minat terhadap parfum niche terus meningkat seiring berubahnya preferensi konsumen yang kini mencari aroma yang lebih kompleks, unik, dan berkelas—bukan sekadar wewangian mainstream yang “aman” di pasaran.

Melihat pergeseran ini, kehadiran butik niche perfume mulai menjadi bagian dari gaya hidup urban, terutama bagi mereka yang menjadikan parfum sebagai bentuk ekspresi diri. Wewangian kini dipandang layaknya karya seni: punya karakter, emosi, dan filosofi di balik setiap komposisi aromanya. Tak heran jika pengalaman mencoba parfum pun ikut berevolusi menjadi lebih personal dan multi-sensori.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Izone Indonusa—distributor resmi parfum dan produk kecantikan internasional dengan pengalaman lebih dari 30 tahun—menghadirkan Filosofia, butik niche perfume yang menawarkan pengalaman wewangian yang lebih mendalam di Surabaya. Berlokasi di Ciputra World Surabaya, butik ini dirancang sebagai destinasi baru bagi para pecinta fragrance yang ingin mengeksplor aroma eksklusif dengan pendekatan yang lebih intimate dan personal.

Pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Kota terbesar kedua di Indonesia ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat, sekaligus karakter konsumen dengan daya beli tinggi dan ketertarikan besar terhadap produk-produk premium serta eksploratif.

“Surabaya dipilih karena merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dengan potensi ekonomi yang sangat kuat dan memiliki karakter konsumen dengan daya beli tinggi serta gemar mengeksplor produk baru,” jelas CEO PT Izone Indonusa, Sharleen Valerie Widagdo.

Lebih dari sekadar butik parfum, Filosofia mengusung konsep yang menempatkan wewangian sebagai pengalaman inspiratif dan penuh makna. Pengunjung tidak hanya mencium aroma, tetapi juga diajak memahami cerita di balik setiap fragrance—mulai dari komposisi, inspirasi, hingga karakter yang ingin disampaikan oleh masing-masing brand niche.

Menariknya, kehadiran Filosofia juga sejalan dengan transformasi Ciputra World Surabaya yang tengah melakukan repositioning dengan menggandeng manajemen Plaza Indonesia, yang dikenal berpengalaman menghadirkan high-end brands. Hal ini semakin memperkuat positioning Filosofia sebagai ruang eksplorasi fragrance premium yang relevan dengan gaya hidup modern dan sophisticated.

Di tengah berkembangnya komunitas fragrance enthusiast di Indonesia, kehadiran butik niche seperti ini menjadi sinyal bahwa pasar wewangian lokal semakin matang. Parfum bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, tetapi telah berevolusi menjadi bagian dari self-expression—sebuah cara halus untuk menceritakan siapa diri kita, tanpa harus banyak kata.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Parfum Indomaret Wanita Tahan Lama untuk Lebaran Anti Bau

Load More