- Makan berlebihan saat Lebaran bisa bikin berat badan naik dan perut terasa tidak nyaman.
- Diet tidak perlu ekstrem, cukup dengan pola makan dan kebiasaan sederhana.
- Mulai dari air hangat, atur porsi, hingga olahraga ringan bisa bantu tubuh kembali fit.
Suara.com - Libur Lebaran sering membuat pola makan jadi tidak terkontrol. Rendang, opor, ketupat, hingga kue kering yang melimpah bisa membuat perut kembung, berat badan naik, dan tubuh terasa lebih lemas.
Setelah momen Lebaran berlalu, banyak orang ingin segera kembali ke pola makan yang lebih sehat agar tubuh kembali fit.
Diet setelah makan berlebihan sebenarnya tidak perlu dilakukan secara ekstrem. Cukup dengan langkah sederhana dan konsisten, tubuh bisa kembali seimbang tanpa harus merasa tersiksa.
Perubahan dari pola makan berlebih ke pola normal memang butuh penyesuaian. Tubuh yang sebelumnya kelebihan kalori dan lemak memerlukan waktu untuk kembali stabil.
Berikut beberapa tips diet setelah Lebaran yang mudah dilakukan di rumah dan hasilnya bisa mulai terasa dalam beberapa hari.
1. Mulai Hari dengan Air Putih Hangat
Minum dua gelas air putih hangat saat bangun tidur membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung. Lakukan rutin setiap pagi agar tubuh terasa lebih ringan.
2. Kembalikan Porsi Makan ke Normal
Kurangi porsi karbohidrat secara bertahap, misalnya menjadi setengah dari biasanya. Perbanyak sayur dan buah agar tetap kenyang dengan kalori lebih rendah. Makan perlahan juga membantu tubuh lebih cepat merasa kenyang.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
3. Perbanyak Serat dan Protein
Pilih makanan tinggi serat seperti bayam, brokoli, timun, dan pepaya. Tambahkan protein seperti telur rebus, ikan bakar, atau dada ayam tanpa kulit. Kombinasi ini membantu kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan ngemil.
4. Lakukan Olahraga Ringan
Jalan kaki 20–30 menit atau senam ringan sudah cukup membantu membakar kalori. Aktivitas ini juga membantu mengembalikan metabolisme tubuh. Lakukan secara rutin agar tubuh terasa lebih segar dan bertenaga.
5. Hindari Makan Berat di Malam Hari
Batasi makanan berlemak dan manis di malam hari. Jika lapar, pilih buah atau yogurt rendah lemak. Makan lebih awal membantu pencernaan bekerja lebih optimal saat tidur.
6. Tidur Cukup dan Kelola Stres
Tidur 7–8 jam membantu menjaga keseimbangan hormon nafsu makan. Stres juga bisa memicu makan berlebih, jadi penting untuk tetap rileks. Tubuh yang cukup istirahat akan lebih mudah kembali ke kondisi ideal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung