Lifestyle / Komunitas
Rabu, 25 Maret 2026 | 13:52 WIB
hukum qadha puasa ramadhan dan puasa syawal (Freepik)
Baca 10 detik
  • Meskipun baru dimulai 26 Maret, Anda masih punya 24 hari kalender untuk menuntaskan puasa.
  • Dahulukan melunasi sepuluh hari puasa qadha yang wajib sebelum mengejar keutamaan puasa sunnah Syawal. 
  • Atur ritme puasa dengan metode berturut-turut atau jeda hari agar fisik tetap bugar beraktivitas.

Suara.com - Memasuki pekan pertama bulan Syawal, banyak yang baru merencanakan puasa qadha setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadan. Jika Anda memiliki utang 10 hari dan baru bisa mulai berpuasa pada 26 Maret, jangan khawatir karena waktu yang tersisa masih sangat memungkinkan.

Jika kita merujuk pada kalender 1447 H, bulan Syawal 2026 akan berakhir pada 18 April (29 Syawal). Berarti, dari tanggal 26 Maret hingga 18 April, Anda memiliki sisa waktu 24 hari.

Waktu ini sangat cukup untuk menuntaskan kewajiban qadha 10 hari sekaligus 6 hari puasa Syawal (total butuh 16 hari), asalkan diatur dengan strategi yang cerdas.

Ingatlah selalu motivasi dari sabda Rasulullah SAW

"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim).

Aturan Main: Berturut-turut atau Terpisah?

Sebelum menyusun jadwal mulai 26 Maret, Anda perlu memahami fleksibilitas aturan fikih yang ada:

  • Imam Syafi'i dan Imam Hanbali: Mengutamakan puasa sunnah Syawal dilakukan secara berurutan. Selain itu, mayoritas ulama sangat menyarankan agar qadha (utang wajib) diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai puasa sunnah.
  • Imam Maliki dan Imam Hanafi: Berpandangan bahwa pelaksanaannya disunnahkan tidak harus berurutan. Boleh diberi jeda atau dilakukan dua hari dalam setiap pekan selama masih di bulan Syawal.

Simulasi Jadwal: Menamatkan 16 Hari Puasa Mulai 26 Maret

Ilustrasi Puasa Syawal. (freepik)

Bagi Anda yang baru sempat memulai puasa pada Kamis, 26 Maret 2026 (6 Syawal), mari kita buat dua pilihan rute yang bisa diterapkan hingga batas akhir 18 April 2026:

Baca Juga: Update Harga iPhone Maret 2026, Setelah Lebaran Bakal Naik?

Rute 1: "Sistem Kebut" (Fokus Berurutan Selesai Cepat)

Jalur ini sangat cocok jika kondisi fisik Anda prima dan ingin utang cepat lunas agar hati tenang.

  • Fase Qadha (10 Hari Berurutan): Mulai berpuasa qadha sejak Kamis, 26 Maret hingga Sabtu, 4 April 2026. Di titik ini, seluruh utang Ramadan Anda sudah lunas terbayar.
  • Jeda Istirahat: Ambil waktu libur berpuasa pada hari Minggu, 5 April untuk memulihkan stamina.
  • Fase Syawal (6 Hari Berurutan): Lanjutkan puasa sunnah Syawal mulai Senin, 6 April hingga Sabtu, 11 April 2026.
  • Hasil: Pada 11 April, seluruh kewajiban dan kesunnahan Anda tuntas. Anda masih punya sisa waktu seminggu penuh sebelum Syawal berakhir!

Rute 2: "Sistem Jeda" (Santai dan Terpisah)

Jika berpuasa 10 hari berturut-turut terasa memberatkan karena harus bekerja, Anda bisa memecahnya. Dari 24 hari yang tersedia, Anda hanya butuh puasa 16 hari.

  • Pekan 1 (Fokus Qadha): Puasa Kamis (26 Maret), Jumat (27 Maret), Sabtu (28 Maret), Minggu (29 Maret). Anda dapat 4 hari qadha.
  • Pekan 2 (Fokus Qadha): Puasa Senin (30 Maret), Selasa (31 Maret), Kamis (2 April), Jumat (3 April). Tambah 4 hari qadha lagi.
  • Pekan 3 (Transisi Qadha ke Syawal): Lunasi sisa 2 hari qadha pada Senin (6 April) dan Selasa (7 April). Setelah utang lunas, mulai puasa Syawal 2 hari pada Kamis (9 April) dan Sabtu (11 April).
  • Pekan 4 (Sisa Syawal): Tamatkan 4 hari sisa puasa Syawal pada Senin (13 April), Selasa (14 April), Kamis (16 April), dan Jumat (17 April).
  • Hasil: Anda sukses menyelesaikan 16 hari puasa tanpa harus kelelahan beruntun, dan selesai tepat sehari sebelum batas akhir 18 April.

Bagaimana Jika Terpaksa Harus Digabung?

Bila di tengah jalan ada halangan mendadak (seperti haid tak terduga atau sakit) sehingga sisa hari Syawal hampir habis, Anda bisa menggunakan kelonggaran dari Mazhab Hanafi.

Load More