Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:10 WIB
Ilustrasi penyakit campak (Freepik/freepik)
Baca 10 detik
  • Campak bisa menular dengan cepat melalui udara dan droplet batuk atau bersin.
  • Hindari menggaruk ruam, berbagi barang pribadi, atau mengobati sendiri tanpa dokter.
  • Ikuti panduan aman agar tubuh cepat pulih dan orang sekitar terlindungi.
  1. Penderita dapat menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak?

Campak sangat menular melalui udara. Isolasi di rumah hingga ruam hilang dan dokter menyatakan aman dapat mencegah penularan ke anak-anak dan lansia.

1. Jangan Menggaruk Ruam

Ruam merah memang gatal, tapi menggaruk bisa menyebabkan infeksi tambahan dan bekas luka sulit hilang. Gunakan kompres dingin atau obat sesuai resep dokter.

2. Jangan Bersin atau Batuk Sembarangan

Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju saat bersin/batuk. Buang tisu langsung dan cuci tangan untuk mencegah penularan.

3. Jangan Berbagi Barang Pribadi

Handuk, gelas, sendok, atau pakaian bisa membawa virus. Hindari meminjamkan atau memakai barang orang lain, dan cuci peralatan dengan air panas.

4. Jangan Kurang Minum Air Putih

Demam dan ruam membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Minum minimal 8–10 gelas sehari, atau tambah oralit sesuai anjuran dokter.

Baca Juga: Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

5. Hindari Makanan Berlemak, Pedas, atau Manis Berlebihan

Makanan sulit dicerna saat sakit. Pilih makanan lunak seperti bubur, sup, buah matang, dan sayur rebus.

6. Jangan Mengobati Sendiri Tanpa Konsultasi Dokter

Obat sembarangan atau ramuan herbal bisa membahayakan. Periksa ke dokter atau puskesmas untuk penanganan yang aman.

7. Segera Tindak Jika Gejala Memburuk

Demam tinggi, ruam meluas, atau sesak napas harus segera ke rumah sakit. Komplikasi seperti pneumonia bisa berkembang cepat, seperti kasus di Cianjur.

Load More