- Peningkatan kasus campak di Sydney diduga bersumber dari pelancong yang baru pulang dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
- Sejak awal tahun 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, mengindikasikan penularan mulai terjadi di komunitas lokal.
- Otoritas kesehatan menekankan vaksinasi merupakan pencegahan paling efektif menghadapi potensi penyebaran campak yang meluas.
Suara.com - Wabah campak yang tengah meningkat di Sydney, Australia, diduga berkaitan dengan pelancong yang baru kembali dari kawasan Asia Tenggara.
Otoritas kesehatan setempat memperingatkan penularan kini mulai terjadi di dalam komunitas dan berpotensi terus bertambah.
Laporan dari NSW Health menyebut lebih dari setengah kasus campak dalam setahun terakhir berasal dari orang yang melakukan perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara.
Kawasan tersebut termasuk Indonesia yang menjadi salah satu tujuan wisata populer warga Australia.
Sejak 1 Januari 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, dengan dua kasus terbaru dikonfirmasi pekan ini.
Salah satu infeksi terjadi secara lokal, sementara sumber penularan lainnya masih belum diketahui.
“Kemungkinan virus campak sudah beredar di masyarakat, dan ada orang yang terpapar tanpa menyadarinya,” kata NSW Health seperti dikutip dari 9news.
Otoritas juga mengungkap sejumlah lokasi paparan baru, termasuk restoran, pusat kesehatan, dan area publik di wilayah Northern Beaches dan Eastern Suburbs.
Pejabat kesehatan, Christine Selvey, menjelaskan gejala campak bisa muncul hingga 18 hari setelah terpapar.
Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
“Gejala awal biasanya demam, mata merah, pilek, dan batuk, kemudian diikuti ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh,” ujarnya.
Warga yang menghadiri acara Summer Dance Festival di Moore Park pada 7 Maret diminta memantau kondisi kesehatan hingga akhir bulan.
Pemerintah Australia khawatir penyebaran terjadi tanpa terdeteksi karena masa inkubasi yang cukup lama.
Otoritas kesehatan menegaskan vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak.
“Ini sangat penting terutama sebelum bepergian ke luar negeri, karena wabah campak sedang terjadi di beberapa wilayah dunia,” kata Selvey.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global
-
Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda
-
Hino Pasok 10.000 Unit Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal