- Ketua APPMI, Poppy Dharsono, menekankan warisan wastra sebagai komoditas utama penguatan ekonomi UMKM fashion.
- Desainer APPMI akan mengutamakan wastra Indonesia, menjadikannya produk fashion modern untuk penggunaan sehari-hari.
- Wastra Indonesia seperti ulos, tapis, dan batik harus dieksplorasi desainer menjadi produk mewah bernilai jual tinggi.
Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengatakan heritage atau warisan wastra Indonesia harus menjadi komoditas utama di masa ekonomi sulit seperti saat ini.
Alih-alih mengedepankan pemberian sembako atau sumbangan, Poppy menekankan pentingnya memberdayakan UMKM fashion agar bisa berkembang.
Menurutnya, cara ini membuat masyarakat memiliki mata pencaharian sekaligus menggerakkan roda ekonomi.
"Apalagi dalam keadaan sulit kayak gini, sudah waktunya heritage kita dipakai sebagai dasar dari komoditas kita, yang menjadi produk fashion yang lebih memiliki nilai tambah," ujar Poppy dalam gelaran APPMI Pra Tendance di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).
Hal ini juga menjadi alasan para desainer APPMI akan mengutamakan wastra dan kekayaan Indonesia dalam karya yang dihasilkan.
Apalagi, kata Poppy, Indonesia memiliki kekayaan kain wastra yang belum sepenuhnya dieksplorasi dan dikenalkan kepada generasi muda.
Namun, Poppy menyadari kebanyakan orang masih menggunakan kain wastra hanya di waktu tertentu karena memberi kesan formal dan "berat".
Di sinilah peran desainer dibutuhkan, yakni menghadirkan fashion berbasis wastra yang lebih ringan untuk penggunaan sehari-hari.
"Dengan simpel itu kita jadi harus memiliki teknik motong yang tinggi, membuat apa? Pola yang baik. Karena apa harus simpel? Kita punya perhiasan, kita punya aksesori, ini segala macam. Kalau sudah terlalu ramai, kan nggak kelihatan. Oleh karena itu justru fashion kita harus lebih simpel," ungkapnya.
Baca Juga: 6 Brand Modest Lokal Busana Muslim Etnik, Cocok untuk Halal Bihalal
Pola pikir ini nantinya akan dijadikan panduan sekaligus arah mode bagi para pelaku industri kreatif di tahun 2027 yang diusung APPMI Jakarta.
Sejumlah wastra yang layak dieksplorasi menjadi produk fashion yang lebih menarik juga telah ditampilkan dalam pagelaran bertema Eternal Blooming, yang memadukan elemen keabadian dan keindahan bunga bermekaran.
Sederet wastra kebanggaan Indonesia yang telah dieksplorasi antara lain ulos dari Toba, tapis dari Lampung, songket dari Palembang hingga batik.
Bahkan, batik Indonesia memiliki banyak ragam yang dipengaruhi asal daerah dan makna motifnya, seperti batik pesisir, batik Jogja, dan batik Solo.
"Ada lurik, ya. Ada embroidery, ada kain ikat dari mulai endek sampai kain Sumba," timpal perempuan yang juga Presiden Indonesia Fashion Week (IFW) itu.
Ia mengingatkan, wastra Indonesia yang dieksplorasi dengan baik oleh desainer berpotensi besar menjadi produk mewah, yang nilainya terletak pada ke-eksklusifan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati