Lifestyle / Female
Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:05 WIB
Gelaran APPMI Pra Tendance di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Baca 10 detik
  • Ketua APPMI, Poppy Dharsono, menekankan warisan wastra sebagai komoditas utama penguatan ekonomi UMKM fashion.
  • Desainer APPMI akan mengutamakan wastra Indonesia, menjadikannya produk fashion modern untuk penggunaan sehari-hari.
  • Wastra Indonesia seperti ulos, tapis, dan batik harus dieksplorasi desainer menjadi produk mewah bernilai jual tinggi.

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengatakan heritage atau warisan wastra Indonesia harus menjadi komoditas utama di masa ekonomi sulit seperti saat ini.

Alih-alih mengedepankan pemberian sembako atau sumbangan, Poppy menekankan pentingnya memberdayakan UMKM fashion agar bisa berkembang.

Menurutnya, cara ini membuat masyarakat memiliki mata pencaharian sekaligus menggerakkan roda ekonomi.

"Apalagi dalam keadaan sulit kayak gini, sudah waktunya heritage kita dipakai sebagai dasar dari komoditas kita, yang menjadi produk fashion yang lebih memiliki nilai tambah," ujar Poppy dalam gelaran APPMI Pra Tendance di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).

Hal ini juga menjadi alasan para desainer APPMI akan mengutamakan wastra dan kekayaan Indonesia dalam karya yang dihasilkan.

Apalagi, kata Poppy, Indonesia memiliki kekayaan kain wastra yang belum sepenuhnya dieksplorasi dan dikenalkan kepada generasi muda.

Namun, Poppy menyadari kebanyakan orang masih menggunakan kain wastra hanya di waktu tertentu karena memberi kesan formal dan "berat".

Di sinilah peran desainer dibutuhkan, yakni menghadirkan fashion berbasis wastra yang lebih ringan untuk penggunaan sehari-hari.

Gelaran APPMI Pra Tendance di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Dengan simpel itu kita jadi harus memiliki teknik motong yang tinggi, membuat apa? Pola yang baik. Karena apa harus simpel? Kita punya perhiasan, kita punya aksesori, ini segala macam. Kalau sudah terlalu ramai, kan nggak kelihatan. Oleh karena itu justru fashion kita harus lebih simpel," ungkapnya.

Baca Juga: 6 Brand Modest Lokal Busana Muslim Etnik, Cocok untuk Halal Bihalal

Pola pikir ini nantinya akan dijadikan panduan sekaligus arah mode bagi para pelaku industri kreatif di tahun 2027 yang diusung APPMI Jakarta.

Sejumlah wastra yang layak dieksplorasi menjadi produk fashion yang lebih menarik juga telah ditampilkan dalam pagelaran bertema Eternal Blooming, yang memadukan elemen keabadian dan keindahan bunga bermekaran.

Sederet wastra kebanggaan Indonesia yang telah dieksplorasi antara lain ulos dari Toba, tapis dari Lampung, songket dari Palembang hingga batik.

Bahkan, batik Indonesia memiliki banyak ragam yang dipengaruhi asal daerah dan makna motifnya, seperti batik pesisir, batik Jogja, dan batik Solo.

"Ada lurik, ya. Ada embroidery, ada kain ikat dari mulai endek sampai kain Sumba," timpal perempuan yang juga Presiden Indonesia Fashion Week (IFW) itu.

Ia mengingatkan, wastra Indonesia yang dieksplorasi dengan baik oleh desainer berpotensi besar menjadi produk mewah, yang nilainya terletak pada ke-eksklusifan.

Load More