Lifestyle / Komunitas
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi Memakai Parfum (Freepik)

Suara.com - Aroma tubuh yang harum bukan hanya soal memilih parfum mahal atau merek terkenal. Faktanya, cara memakai parfum yang tepat justru menjadi kunci utama agar wanginya bisa bertahan sepanjang hari. 

Banyak orang masih menyemprotkan parfum secara asal tanpa memahami teknik yang benar, sehingga aroma cepat memudar atau bahkan berubah tidak sedap.

Kalau kamu ingin tampil lebih percaya diri dengan wangi yang konsisten dari pagi hingga malam, penting untuk memahami cara menggunakan parfum secara efektif. 

Berikut ini panduan lengkap yang bisa kamu terapkan agar parfum favoritmu tahan lama dan bekerja maksimal.

1. Gunakan Parfum Setelah Mandi

Waktu terbaik untuk memakai parfum adalah setelah mandi. Pada kondisi ini, kulit berada dalam keadaan bersih, sedikit lembap, dan pori-pori terbuka. Hal tersebut memungkinkan aroma parfum terserap lebih baik ke dalam kulit.

Selain itu, tubuh yang sudah bebas dari keringat dan kotoran membuat wangi parfum tidak bercampur dengan bau lain. Untuk hasil terbaik, semprotkan parfum segera setelah tubuh dikeringkan, tanpa menunggu terlalu lama. Kondisi kulit yang masih hangat akan membantu molekul parfum menempel lebih kuat dan tahan lama.

2. Aplikasikan Pelembap Sebelum Parfum

Kulit yang lembap cenderung “mengunci” aroma parfum lebih lama dibandingkan kulit kering. Oleh karena itu, gunakan body lotion sebelum menyemprotkan parfum.

Baca Juga: Berapa Harga Parfum Dior Ori? Ini 5 Varian Berkelas dengan Harga Lebih Terjangkau

Pilih pelembap tanpa aroma (unscented) agar tidak mengganggu wangi asli parfum. Alternatif lain yang bisa digunakan adalah petroleum jelly pada titik-titik tertentu seperti pergelangan tangan atau leher. Cara ini efektif membuat parfum menempel lebih lama dan aromanya tetap murni.

3. Gunakan Deodoran Terlebih Dahulu

Parfum tidak bisa menggantikan fungsi deodorant. Jika tubuh berkeringat tanpa perlindungan, aroma parfum justru bisa bercampur dengan bau badan dan menghasilkan wangi yang kurang sedap.

Gunakan deodoran terlebih dahulu untuk menjaga area ketiak tetap kering dan segar. Setelah itu, baru aplikasikan parfum.

Untuk aktivitas siang hari, pilih parfum dengan aroma segar seperti citrus atau floral. Sedangkan untuk malam hari, aroma hangat seperti vanilla atau amber bisa memberikan kesan lebih elegan dan sensual.

4. Semprotkan pada Titik Nadi

Titik nadi adalah area tubuh yang menghasilkan panas lebih tinggi, seperti pergelangan tangan, leher, belakang telinga, siku bagian dalam, hingga belakang lutut. Panas alami ini membantu menyebarkan aroma parfum secara perlahan sepanjang hari.

Namun, hindari kebiasaan menggosok pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum. Kebiasaan ini justru merusak struktur aroma, terutama top notes, sehingga wangi parfum berubah dan tidak tahan lama. Cukup biarkan parfum mengering secara alami atau tepuk ringan jika diperlukan.

5. Perhatikan Jarak Penyemprotan

Cara menyemprot parfum juga berpengaruh pada hasil akhirnya. Jarak ideal adalah sekitar 15–25 cm dari kulit. Dengan jarak ini, cairan parfum akan menyebar lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.

Selain membuat aroma lebih halus dan natural, teknik ini juga membantu penggunaan parfum jadi lebih hemat. Kamu tidak perlu menyemprot terlalu banyak untuk mendapatkan efek wangi yang maksimal.

6. Gunakan Secukupnya, Jangan Berlebihan

Banyak orang mengira semakin banyak parfum yang digunakan, semakin tahan lama aromanya. Padahal, penggunaan berlebihan justru bisa membuat wangi terasa terlalu menyengat.

Cukup semprotkan parfum sebanyak 2–3 kali pada titik-titik strategis. Jumlah ini sudah cukup untuk memberikan aroma yang tahan lama tanpa terasa berlebihan. Jika aktivitasmu padat atau banyak di luar ruangan, kamu bisa melakukan touch-up ringan di siang hari.

7. Hindari Menyemprotkan Parfum ke Pakaian

Menyemprotkan parfum ke pakaian sering dianggap sebagai cara agar wangi lebih tahan lama. Namun, cara ini kurang efektif. Parfum tidak dapat bereaksi dengan baik di permukaan kain seperti halnya di kulit.

Selain itu, beberapa jenis parfum bisa meninggalkan noda pada pakaian, terutama yang berwarna terang. Untuk hasil terbaik, aplikasikan parfum langsung ke kulit, khususnya di area hangat tubuh agar aromanya lebih hidup dan menyatu.

8. Sesuaikan dengan Cuaca dan Aktivitas

Faktor lingkungan seperti cuaca juga mempengaruhi ketahanan parfum. Di cuaca panas, aroma parfum cenderung lebih kuat dan cepat menyebar. Sementara di cuaca dingin, aroma terasa lebih lembut dan butuh sedikit tambahan semprotan.

Untuk aktivitas siang hari di cuaca panas, gunakan parfum ringan dan segar. Sedangkan untuk acara malam atau suasana dingin, kamu bisa memilih parfum dengan karakter lebih dalam dan intens.

Demikian itu cara memakai parfum yang benar agar wangi tahan lama. Memakai parfum bukan sekadar rutinitas, tetapi juga seni yang perlu dipahami tekniknya.

Mulai dari waktu pemakaian, kondisi kulit, hingga titik penyemprotan, semuanya berpengaruh terhadap ketahanan aroma.

Dengan menerapkan cara memakai parfum yang benar, kamu tidak hanya mendapatkan wangi yang tahan lama, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri sepanjang hari. Jadi, mulai sekarang, jangan asal semprot, pastikan kamu menggunakan parfum dengan cara yang tepat agar hasilnya maksimal.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More