Lifestyle / Komunitas
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:14 WIB
Makna hari raya paskah. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus sebagai kemenangan atas dosa dan maut.

  • Tanggal Paskah ditentukan berdasarkan siklus bulan dan matahari sejak Konsili Nicea.

  • Simbol telur melambangkan kehidupan baru dan makam Yesus yang telah kosong.

Saat pecah, itu melambangkan Yesus yang bangkit dan keluar dari makam-Nya untuk menyambut hidup baru.

Lalu, berakhirnya masa puasa dan penebusan ditandai dengan sukacita telur Paskah.

Alasan Tanggal Perayaan Paskah Berubah Setiap Tahun

Kenapa Tanggal Perayaan Paskah Berubah-ubah (Freepik)

Tanggal Paskah berubah setiap tahun, karena ditentukan berdasarkan kombinasi siklus matahari dan bulan (astronomi).

Aturannya, Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks musim semi.

Sejarah penentuan ini bermula pada Konsili Nicea tahun 325 Masehi. Para pemimpin gereja saat itu sepakat menyatukan metode perhitungan agar:

  1. Seluruh gereja di dunia merayakan Paskah secara serempak.
  2. Tidak bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi (Passover) agar memiliki identitas tradisi Kristen yang kuat.
  3. Menghormati hari Minggu sebagai hari kebangkitan Yesus.

Itulah sebabnya Paskah memiliki rentang tanggal antara 22 Maret hingga 25 April.

Simbol Paskah Lainnya yang Sering Terlupakan

Selain telur, ada beberapa simbol penting saat paskah yang lainnya:

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Samsung Murah Spek Gahar 2026: Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Aktivitas Harian

  1. Lilin Paskah: Melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa.
  2. Kain Putih: Melambangkan kemurnian dan kemenangan.
  3. Abu: Mengingatkan bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.

Meski tanggalnya berubah-ubah, hal terpenting dalam Paskah bukanlah kapan perayaan itu dilaksanakan, melainkan pesan kasih Allah yang luar biasa.

Pengorbanan Yesus di Jumat Agung dan kemenangan-Nya di hari Paskah mengajak manusia untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik—baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan bumi yang kita tinggali.

Load More