Lifestyle / Komunitas
Senin, 30 Maret 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi transaksi belanja online. (dok. Flip)
Baca 10 detik
  • Aktivitas belanja digital meningkat signifikan selama Ramadan 2026 didorong oleh konsumsi domestik dan pencairan dana insentif.
  • Platform Flip mencatat kenaikan pengguna harian 23% dan total transaksi harian tumbuh 31% selama Ramadan.
  • Kategori teratas transaksi selama Ramadan meliputi kecantikan, FMCG, elektronik, serta minat umrah meningkat 21%.

Suara.com - Momentum Ramadan selalu identik dengan lonjakan aktivitas belanja, terutama di ranah digital. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform online membuat transaksi belanja daring kian mendominasi, seiring meningkatnya kebutuhan harian hingga gaya hidup selama bulan suci.

Pada Ramadan 2026, tren ini kembali terlihat kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 didorong oleh konsumsi domestik, khususnya dari sektor rumah tangga. Faktor seperti pencairan THR, belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif turut menjadi pendorong utama meningkatnya daya beli masyarakat.

Sejalan dengan tren tersebut, aktivitas transaksi belanja online juga mengalami lonjakan signifikan. Flip, sebagai salah satu platform keuangan digital di Indonesia, mencatat peningkatan penggunaan layanan selama Ramadan, khususnya melalui fitur Flip Deals yang menawarkan cashback terintegrasi dengan berbagai e-commerce besar.

Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah pengguna harian yang bertransaksi meningkat sekitar 23 persen selama Ramadan. Sementara itu, total transaksi harian tumbuh sekitar 31 persen, dengan nilai transaksi yang melonjak hingga 42 persen dibandingkan periode non-Ramadan.

“Ramadan selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan harian. Yang menarik, kami melihat pengguna semakin mengandalkan Flip untuk berbelanja secara lebih hemat melalui Flip Deals,” ujar Head of Marketing Flip, Winardi Cristian.

Dari sisi kategori, produk kecantikan, FMCG (fast-moving consumer goods), dan elektronik menjadi tiga sektor dengan transaksi tertinggi selama periode ini. Tren tersebut selaras dengan data Indeks Penjualan Riil Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan 4,4 persen secara bulanan, didorong oleh peningkatan penjualan perlengkapan rumah tangga, sandang, hingga aksesori.

Tak hanya kebutuhan ritel, peningkatan transaksi juga merambah sektor lifestyle. Safaraya, marketplace perjalanan umrah yang berada dalam ekosistem Flip, mencatat kenaikan minat hingga 21 persen selama Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa belanja masyarakat tidak hanya fokus pada kebutuhan dasar, tetapi juga mulai merambah ke pengeluaran yang lebih aspiratif.

Winardi menambahkan, transformasi Flip dari layanan transfer antarbank gratis menjadi platform finansial yang lebih komprehensif menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan pengguna yang terus berkembang.

“Ke depan, kami melihat peran Flip akan semakin luas. Dari awalnya dikenal sebagai layanan transfer antar bank gratis, kini kami terus berkembang untuk mendukung kebutuhan pengguna, mulai dari mengirim uang, berbelanja, hingga menabung dan investasi,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal 6 hari dan Maanfaatnya Bagi Umat Islam

Sebagai informasi, Flip Deals yang diluncurkan pada April 2025 menjadi salah satu inovasi utama perusahaan dalam memperkuat peran di ekosistem transaksi digital. Melalui fitur ini, pengguna dapat menikmati berbagai penawaran cashback tambahan di platform e-commerce populer, menjadikan pengalaman belanja online lebih hemat dan efisien.
 

Load More