Suara.com - Momen Lebaran identik dengan tradisi berbagi tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga, keponakan, hingga orang-orang terdekat.
Namun, setelah perayaan Idul Fitri berlalu, tak sedikit orang mulai menyadari bahwa THR yang diterima maupun diberikan kerap cepat habis untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja Lebaran hingga kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai mencari cara agar THR tidak hanya habis sesaat, tetapi juga bisa memberikan manfaat jangka panjang.
THR bisa jadi awal investasi
Salah satu cara yang mulai dilirik adalah mengalokasikan THR dalam bentuk instrumen investasi, seperti emas.
Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan kerap dijadikan pilihan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Karena itu, mengubah THR menjadi emas bisa menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan investasi.
Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir, harga emas juga mengalami penyesuaian sehingga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi di momen yang relatif lebih terjangkau. Kondisi ini kerap dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk membeli emas, terutama bagi pemula yang ingin mulai membangun portofolio investasi secara bertahap.
Selain itu, langkah ini juga dapat menjadi cara sederhana untuk mulai merencanakan keuangan setelah periode pengeluaran tinggi selama Lebaran.
Meski begitu, tradisi berbagi tidak harus ditinggalkan. Justru, kebiasaan tersebut bisa tetap dilanjutkan dengan cara yang lebih bernilai, yakni dengan memberikan aset yang tidak langsung habis digunakan.
Baca Juga: Pantau Cicilan Rumah Jadi Lebih Mudah, Begini Cara Cek KPR via BRImo
Di sinilah konsep berbagi dalam bentuk emas mulai relevan, karena tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi penerima.
Kini, seiring perkembangan teknologi digital di sektor keuangan, berbagi emas pun menjadi semakin mudah dilakukan. Cukup lewat ponsel genggam, seseorang sudah bisa membagikan emas digital.
Emas digital sendiri merupakan bentuk kepemilikan emas yang disimpan secara elektronik dalam satuan gram melalui platform digital, seperti aplikasi perbankan atau layanan investasi.
Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat membeli, menyimpan, hingga mengelola emas tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung.
Konsep itu membuat investasi emas menjadi lebih praktis dan terjangkau. Pengguna bahkan dapat membeli emas dalam jumlah kecil sehingga cocok bagi pemula yang ingin mulai menabung emas secara bertahap.
Transfer emas BRImo
Berita Terkait
-
Pantau Cicilan Rumah Jadi Lebih Mudah, Begini Cara Cek KPR via BRImo
-
Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol untuk Arus Balik Idulfitri 2026 dalam Kondisi Baik
-
Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
-
Kenapa Bulan Syawal Identik Jadi Musim Menikah di Indonesia? Ini Asal-usulnya
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T
-
Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan
-
Ambisi Purbaya Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Jika Gagal Bisa Diminta Mundur
-
Tak Cuma Kredit, BTN Cetak Ratusan Developer Baru
-
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
-
Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global
-
97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)