- Videografer Amsal Christy Sitepu didakwa melakukan mark up video profil desa.
- Jaksa menuntut hukuman 2 tahun penjara dan denda 50 juta rupiah.
- Kasus ini memicu perdebatan standar harga karya kreatif di mata hukum.
Suara.com - Sosok videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial.
Bukan karena karya sinematiknya, melainkan karena kasus Amsal Christy Sitepu yang sedang didakwa atas dugaan mark up anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Kasus ini memicu perdebatan panas di kalangan pekerja kreatif. Banyak yang bertanya-tanya, apakah harga sebuah karya seni bisa dipatok oleh standar auditor pemerintah?
Duduk Perkara Kasus Amsal Sitepu
Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Amsal Sitepu yang menjabat sebagai Direktur CV Promiseland diduga melakukan mark up anggaran pada tahun 2020 hingga 2022.
Amsal mengajukan proposal pembuatan video profil ke 20 desa di empat kecamatan (Tiganderket, Tigabinanga, Tigapanah, dan Namanteran) dengan harga Rp30.000.000 per desa.
Namun, hasil audit Inspektorat Kabupaten Karo menyatakan nilai yang wajar seharusnya hanya Rp24.100.000 per video. Selisih inilah yang dianggap sebagai kerugian negara.
Akibatnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Amsal dengan hukuman 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan uang pengganti Rp202 juta.
Sementara, Amsal Sitepu dengan tegas membela diri bahwa ia hanyalah pekerja ekonomi kreatif yang menawarkan jasa profesional melalui proposal resmi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil yang Bagus untuk Tanjakan, Cocok Buat Mobilitas Antarkota
Ia menekankan bahwa komponen biaya seperti konsep, ide, editing, hingga penggunaan alat seperti clip-on adalah satu kesatuan karya intelektual yang sulit diukur hanya dengan hitungan angka teknis auditor.
Tugas dan Gaji Ideal Videografer
Kasus ini membuka mata publik mengenai profesi videografer yang ternyata memiliki cakupan kerja sangat luas dan kompleks.
Berikut adalah rincian tugas seorang videografer profesional:
- Konseptualisasi: Berkolaborasi dengan klien untuk menentukan visi, membuat brief, hingga menyusun sudut pandang kamera (angle).
- Pengoperasian Kamera: Memastikan teknis visual, mulai dari lensa hingga pencahayaan, berjalan sempurna.
- Perekaman Audio & Video: Bertanggung jawab penuh di lapangan agar hasil gambar dan suara berkualitas tinggi.
- Editing & Pascaproduksi: Mengolah rekaman mentah menggunakan perangkat lunak khusus.
- Color Grading & Efek: Memberikan sentuhan warna dan grafis agar video memiliki estetika tertentu.
Berapa Bayaran yang Wajar?
Bicara soal gaji atau bayaran, industri kreatif memang tidak memiliki patokan harga mati.
Berita Terkait
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu
-
Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif
-
Pekerja Seni vs. Hukum: Dilema Empati Publik di Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
Pencurian Ternak Modus Tembak dan Kuliti Sapi Bikin Geger Kupang! Pelaku Aparat Desa hingga ABH
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan
-
3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya
-
4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!
-
UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak
-
Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai