Suara.com - Industri fesyen saat ini tercatat turut menjadi salah satu penyumbang kerusakan lingkungan terbesar di dunia. Data menunjukkan bahwa sektor fesyen menyumbang hingga 8% emisi karbon dunia, serta menyebabkan polusi air akibat pengolahan tekstil, seperti pewarnaan yang menghasilkan jutaan ton limbah setiap tahunnya.
Untuk menekan dampak tersebut, laporan Phys.org menyebut salah satu pendekatan yang mulai digunakan adalah konsep biaya per pemakaian (cost-per-wear), yakni menghitung nilai pakaian berdasarkan seberapa sering digunakan.
Pilih Kualitas Atau Harga Jual?
Logika biaya per pemakaian ini dihitung dengan cara membagi harga beli suatu pakaian dengan perkiraan berapa kali pakaian akan digunakan (jumlah frekuensi pemakaian). Contohnya dengan mempertimbangkan perbandingan dua buah kemeja kerja yang akan digunakan seminggu sekali (sekitar 50 kali setahun) dengan target pemakaian lima tahun.
Kemeja berkualitas rendah seharga £20 sekitar Rp400 ribu diperkirakan hanya bertahan satu tahun. Biaya per pemakaiannya mencapai 40 pence sekitar Rp8 ribu.
Di sisi lain, kemeja berkualitas tinggi seharga £50 (sekitar Rp1 juta) yang mampu bertahan setidaknya empat tahun memiliki biaya per pemakaian hanya sekitar 25 pence (sekitar Rp5.000). Artinya, meski harga awalnya lebih mahal, pakaian berkualitas justru lebih ekonomis dalam jangka panjang. Anda akan pilih yang mana?
Beberapa usaha kecil mulai menggunakan konsep ini untuk mendorong pembelian pakaian berkualitas tinggi. Dengan daya tahan yang lebih lama, harga yang ditawarkan dinilai lebih sepadan dalam jangka panjang.
Penerapan Standar Daya Tahan
Konsep ini serupa dengan penetapan harga satuan seperti yang biasa ditemukan di supermarket. Pengukuran yang diterapkan dapat membantu konsumen dalam membandingkan perhitungannya, layaknya harga produk per 100 gram atau ukuran dalam kemasan multipak.
Namun, logika ini belum diterapkan dalam lingkungan ritel pakaian. Padahal, metode pengujian kain yang terstandarisasi sudah tersedia, salah satunya melalui uji abrasi yang mengukur ketahanan kain terhadap gesekan sebelum menunjukkan tanda keausan.
Baca Juga: Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali
Dari pengujian tersebut, pengecer bisa menggunakan datanya untuk menuliskan label biaya per pemakaian di samping harga jual. Ini menjadi penting karena sebagian besar pembeli selama ini tidak memiliki informasi teknis mengenai daya tahan suatu barang saat melakukan transaksi di toko maupun secara daring.
Hasil Eksperimen dan Persepsi Konsumen
Dalam penelitian yang dilakukan bersama Lucia Reisch dari Cambridge Judge Business School, terdapat perubahan perilaku konsumen saat diberikan informasi biaya per pemakaian.
Dalam sejumlah eksperimen, peserta cenderung memilih pakaian yang lebih mahal dan berkualitas tinggi ketika mereka melihat perbandingan nilai investasinya, daripada opsi fast fashion yang justru lebih murah, tapi kualitasnya rendah.
Efek dari informasi ini ditemukan lebih kuat pada kategori pakaian sehari-hari dibandingkan pakaian untuk acara khusus. Selain itu, kepercayaan konsumen juga meningkat secara signifikan apabila data biaya per pemakaian tersebut disertifikasi oleh pihak ketiga yang independen. Informasi yang terverifikasi ini terbukti lebih persuasif daripada klaim daya tahan umum yang dikeluarkan oleh pihak produsen atau merek itu sendiri.
Tantangan Implementasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!
-
Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus
-
BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT
-
Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus
-
Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam