Lifestyle / Komunitas
Senin, 30 Maret 2026 | 15:07 WIB
Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)
Baca 10 detik
  • Kapal tanker Pertamina belum bisa melintas Selat Hormuz walau Iran memberi sinyal positif per 28 Maret 2026.
  • Iran mengizinkan beberapa negara seperti Pakistan, India, dan China melintas, namun melarang AS dan Israel.
  • Selat Hormuz sangat krusial karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, memengaruhi distribusi energi global.

Suara.com - Status kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz masih menjadi sorotan. Setelah sempat tertahan akibat ketegangan geopolitik di kawasan, Indonesia kini mendapat sinyal positif dari Iran.

Pemerintah Iran disebut telah memberikan pertimbangan terkait jaminan keamanan bagi kapal tanker Indonesia. Namun hingga update per 28 Maret 2026, kapal Pertamina belum bisa melintas karena masih menunggu kesiapan teknis.

Kesiapan tersebut meliputi perlindungan asuransi hingga kesiapan kru kapal. Artinya, meski secara diplomatik peluang sudah terbuka, secara operasional masih perlu dipastikan sebelum pelayaran dilakukan.

Bagi Indonesia, kondisi ini cukup krusial. Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Jika kapal tanker Pertamina belum bisa melintas, maka berpotensi mengganggu distribusi energi. Meski begitu, pemerintah dan Pertamina memastikan stok energi nasional tetap dalam kondisi aman.

Situasi ini juga mengungkap fakta penting bahwa Iran tidak sepenuhnya menutup Selat Hormuz. Akses tetap dibuka, namun hanya untuk negara-negara tertentu yang dinilai tidak berseberangan secara politik.

Lantas, negara mana saja yang diizinkan melintas?

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz

Berikut daftar terbaru status negara terkait izin melintas di Selat Hormuz per 28 Maret 2026:

1. Indonesia – Menunggu Kesiapan Teknis
Indonesia sudah mendapat pertimbangan positif dari Iran terkait keamanan. Namun kapal tanker Pertamina masih menunggu kesiapan teknis seperti asuransi dan kru sebelum bisa melintas.

Baca Juga: Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI

2. Pakistan – Diizinkan
Kapal tanker jenis Aframax bernama Karachi dilaporkan berhasil keluar dari wilayah Teluk melalui rute yang telah ditentukan.

3. India – Diizinkan
Dua kapal tanker gas minyak cair (LPG) India berhasil melanjutkan perjalanan setelah adanya komunikasi antarnegara.

4. China – Diizinkan
China mendapatkan jaminan keamanan dari Teheran. Meski begitu, dua kapal sempat menunda keberangkatan pada 28 Maret 2026 karena alasan operasional.

5. Turki – Diizinkan
Armada tanker Turki memperoleh persetujuan langsung dari otoritas Iran untuk melintas di perairan tersebut.

6. Malaysia – Diizinkan
Malaysia saat ini tengah memproses pemulangan armada kapal tanker beserta pekerjanya agar dapat kembali beroperasi normal.

7. Spanyol – Diizinkan
Spanyol menjadi satu-satunya negara Eropa yang mendapat izin, karena dinilai mematuhi hukum internasional dan tidak berafiliasi dengan pihak yang bermusuhan dengan Iran.

Load More