- Ketegangan Iran-AS-Israel meningkat pada Minggu (29/3/2026) dengan serangan rudal Iran ke area industri Beersheba.
- Serangan tersebut memicu kebakaran hebat di zona industri Neot Hovav yang ditutup sementara oleh aparat setempat.
- Sebanyak 11 warga dilaporkan luka ringan, sementara Iran mengklaim sasaran rudal adalah instalasi militer dekat lokasi tersebut.
Suara.com - Ketegangan dalam konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel kembali meningkat pada Minggu, (29/3/2026).
Serangan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam kawasan industri di sekitar Beersheba, wilayah selatan Israel.
Mengutip dari laporan Yenisafak.com , sejumlah media Israel menyebut lokasi tersebut merupakan fasilitas yang berkaitan dengan produksi bahan kimia.
Pasca serangan, kebakaran hebat terjadi di zona industri Neot Hovav. Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi dari lokasi kejadian.
Aparat setempat langsung menutup seluruh akses menuju area tersebut guna mencegah risiko yang lebih luas.
Kementerian Lingkungan Israel memastikan kawasan industri itu telah diisolasi sepenuhnya.
Tim darurat dikerahkan untuk mengendalikan api sekaligus menutup kemungkinan kebocoran gas beracun ke lingkungan sekitar.
Laporan Channel 13 menyebutkan adanya kekhawatiran serius terkait potensi kebocoran bahan kimia. Dalam insiden ini, sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka ringan.
Kompleks industri yang berjarak sekitar 10 hingga 15 kilometer dari Beersheba, di wilayah Palestina selatan yang diduduki, diketahui menampung sejumlah fasilitas produksi zat kimia.
Baca Juga: Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memberikan penjelasan berbeda. Mereka menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan tidak diarahkan ke kawasan industri, melainkan ke instalasi militer yang berada di dekat lokasi tersebut.
Media pemerintah Iran juga menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons atas aksi militer yang sebelumnya dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Berita Terkait
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud