- Kenaikan harga BBM menjelang 1 April 2026 dipicu krisis minyak global akibat konflik Iran dengan AS dan Israel.
- Kenaikan harga BBM Indonesia secara historis dimulai pada 22 November 1965 era Soekarno, sering berfluktuasi.
- Era kepemimpinan berbeda menunjukkan dinamika harga BBM, dari penurunan signifikan era Habibie hingga pengenalan BBM non-subsidi era Gus Dur.
Namun bukan hanya itu yang menarik. Di masa ini, Indonesia mulai mengenal BBM non-subsidi seperti Pertamax, menandai awal perubahan besar dalam kebijakan energi nasional.
Era Megawati
Pada masa Megawati Soekarnoputri, kenaikan harga dilakukan secara bertahap. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara subsidi dan beban anggaran negara. Harga premium yang semula Rp1.450 naik menjadi Rp1.810 dalam kurun waktu relatif singkat.
Era SBY
Lompatan besar terjadi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tahun 2005 menjadi titik penting ketika harga BBM melonjak tajam dari Rp2.400 menjadi Rp4.500. Kenaikan ini memicu reaksi luas di masyarakat.
Namun setelah itu, harga terus bergerak naik turun mengikuti harga minyak dunia, bahkan sempat menyentuh Rp6.000 sebelum kembali turun.
Era Jokowi
Memasuki era Joko Widodo, pendekatan terhadap BBM mulai berubah. Pemerintah mengurangi ketergantungan pada subsidi dan lebih mengikuti mekanisme pasar.
Pada 2015, Pertalite diperkenalkan sebagai alternatif baru. Namun kebijakan ini juga membuat harga BBM lebih dinamis bisa naik dan turun dalam waktu relatif cepat. Puncaknya terjadi pada 2022, ketika harga Pertalite naik menjadi Rp10.000 dan Pertamax mencapai Rp14.500 per liter.
Baca Juga: Harga BBM Hari Ini Semua SPBU: Pertamina, BP, Shell dan Vivo
Di era Jokowi pula yakni pada tahun 2023, Pertamina akhirnya menghapus bbm RON 88 jenis Premium yang selama ini menemani masyarakat. Keputusan ini dibuat untuk mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan minimal RON 90 atau Pertalite.
Era Prabowo
Kini, cerita berlanjut di era Prabowo Subianto. Jika sebelumnya perubahan harga lebih banyak dipengaruhi kebijakan domestik, kini faktor global memegang peranan semakin besar. Sepanjang 2024 hingga 2025, harga BBM nonsubsidi beberapa kali naik dan turun mengikuti harga minyak dunia.
Namun memasuki 2026, tekanan kembali meningkat. Selain karena kebijakan dalam negeri, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang membuat harga minyak dunia melonjak tajam pun turut berpengaruh pada kebijakan negara.
Berita Terkait
-
Perbandingan Harga BBM Subsidi dan BBM Nonsubsidi per Hari Ini 31 Maret 2026
-
Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak
-
Pertamina Pastikan Stok BBM Terkendali Selama Arus Balik Lebaran 2026
-
Benarkah Harga BBM Berubah Setiap Tanggal 1? Ini Penjelasannya
-
Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi