-
Konflik Timur Tengah mengganggu pasokan helium yang menjadi bahan vital dalam produksi chip.
-
Harga konsol PS5 naik signifikan akibat lonjakan biaya komponen semikonduktor di pasar global.
-
Produksi elektronik dan otomotif terancam berhenti total jika krisis helium terus berlangsung lama.
Suara.com - Tak hanya picu kenaikan BBM, perang Iran juga kemungkinan bakal bikin harga HP lebih mahal.
Perang militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini menyasar sektor teknologi global secara masif.
Dunia industri semikonduktor yang menjadi fondasi perangkat modern kini menghadapi ancaman nyata akibat ketidakstabilan tersebut.
Meskipun serangan fisik tidak menyasar pabrik, namun jalur distribusi gas helium yang sangat krusial kini terganggu.
Helium merupakan elemen yang tidak tergantikan dalam rangkaian panjang proses manufaktur berbagai perangkat keras komputer.
Gas ini memegang peranan penting terutama dalam menjaga suhu mesin dan mendeteksi celah kebocoran manufaktur.
Kelangkaan pasokan ini membuat nilai jual gas helium di pasar internasional meroket dalam waktu singkat.
Aktivitas pengolahan gas alam yang menghasilkan helium memang sangat bergantung pada stabilitas wilayah Timur Tengah.
Qatar sebagai produsen utama yang menguasai sepertiga pasokan dunia menjadi titik paling krusial saat ini.
Baca Juga: Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
Ancaman ini diprediksi akan mengubah peta produksi perangkat elektronik di seluruh penjuru dunia secara permanen.
Banyak produsen besar kini tidak memiliki banyak opsi selain menunda jadwal produksi massal mereka.
Fokus saat ini hanya dialihkan pada pembuatan produk-produk yang dianggap paling mendesak bagi pasar.
Keinginan para pelaku industri untuk melihat penyelesaian konflik dalam waktu dekat masih terasa sangat sulit.
Cameron Johnson memperingatkan bahwa keterlambatan ini akan menghantam sektor otomotif hingga ponsel pintar secara telak.
"Karena adanya kekurangan, perusahaan mungkin mulai memperlambat produksi atau pada akhirnya menghentikan produksi chip," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity
-
Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen
-
FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme
-
Demo Tolak LGBTQ di Kota Bogor
-
5 Rekomendasi Kombinasi Ombre Lipstik Hanasui yang Tahan Lama dan Bikin Bibir Segar
-
Demo Tolak LGBTQ di Bogor
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta
-
Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar