Lifestyle / Male
Senin, 06 April 2026 | 10:21 WIB
Pratama Arhan jadi lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah blockchain (Instagram/udinusofficial)

Suara.com - Tak hanya berprestasi di lapangan, pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan juga mencuri perhatian lewat pencapaian akademiknya.

Ia menjadi salah satu lulusan pertama di Indonesia yang akan menggunakan sistem ijazah modern berbasis teknologi blockchain. Lantas, apa itu ijazah blockchain?

Inovasi ini datang dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang mulai menerapkan sistem ijazah digital berbasis blockchain untuk lulusan tahun 2026.

Arhan diketahui menempuh pendidikan di universitas tersebut dengan jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia pun dinyatakan lulus setelah menjalani sidang skripsi dan kini bersiap mengikuti wisuda pada April 2026.

Lalu, bagaimana cara kerja ijazah blockchain dan apa saja keunggulannya dibanding ijazah biasa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Ijazah Blockchain?

Mengutip dari situs resmi Unesa, ijazah blockchain adalah dokumen kelulusan dalam bentuk digital yang disimpan menggunakan teknologi blockchain.

Teknologi ini dikenal sebagai sistem pencatatan data yang bersifat terdesentralisasi, artinya data tidak hanya tersimpan di satu tempat, tetapi tersebar di banyak jaringan sehingga lebih aman.

Berbeda dengan ijazah konvensional yang biasanya berupa kertas atau file PDF, ijazah blockchain memiliki sistem keamanan yang jauh lebih kuat.

Setiap data yang dimasukkan ke dalam blockchain akan tercatat secara permanen dan tidak bisa diubah atau dihapus.

Baca Juga: Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1

Dengan sistem ini, setiap ijazah memiliki identitas unik berupa kode khusus (hash).

Kode inilah yang menjadi "sidik jari digital" dari sebuah ijazah, sehingga keasliannya dapat dipastikan dan tidak bisa dipalsukan oleh pihak mana pun.

Cara Kerja Ijazah Blockchain

Cara kerja ijazah blockchain sebenarnya cukup sederhana jika dipahami dari konsep dasarnya. Saat sebuah ijazah diterbitkan, data lulusan akan dimasukkan ke dalam sistem blockchain dan diubah menjadi kode unik.

Data tersebut kemudian disimpan dalam jaringan digital yang saling terhubung. Karena sistemnya terdesentralisasi, informasi ijazah tidak hanya berada di satu server, tetapi tersebar di banyak titik. Hal ini membuat data menjadi jauh lebih aman dari risiko manipulasi atau peretasan.

Ketika pihak lain, seperti perusahaan atau instansi, ingin memverifikasi ijazah, mereka cukup mengakses sistem tersebut secara daring.

Proses ini bisa dilakukan secara real-time tanpa perlu legalisir atau prosedur manual yang biasanya memakan waktu.

Jika ada perubahan data sekecil apa pun, sistem akan langsung mendeteksinya, sehingga keaslian ijazah tetap terjaga.

Keunggulan Ijazah Blockchain Dibanding Ijazah Biasa

Berikut beberapa keunggulan ijazah blockchain yang membuatnya semakin dilirik sebagai solusi modern dalam dunia pendidikan:

1. Keamanan Lebih Tinggi

Ijazah blockchain dilindungi oleh teknologi kriptografi dan sistem terdesentralisasi. Hal ini membuat data yang tersimpan hampir tidak mungkin diubah atau dipalsukan, berbeda dengan ijazah fisik yang masih memiliki celah untuk manipulasi.

2. Sulit Dipalsukan

Setiap ijazah memiliki kode unik (hash) yang berfungsi sebagai identitas digital. Kode ini tidak bisa digandakan, sehingga keaslian dokumen dapat dipastikan tanpa keraguan.

3. Verifikasi Lebih Cepat dan Mudah

Proses pengecekan keaslian ijazah bisa dilakukan secara daring dan real-time. Perusahaan atau instansi tidak perlu lagi melakukan legalisir manual yang memakan waktu dan tenaga.

4. Tersimpan Secara Permanen

Data ijazah tersimpan dalam jaringan blockchain yang tidak bisa dihapus. Ini membuat dokumen tetap aman dan dapat diakses kapan saja, tanpa risiko hilang atau rusak.

5. Mengurangi Risiko Kehilangan Dokumen

Berbeda dengan ijazah kertas yang bisa hilang, terbakar, atau rusak, ijazah blockchain memiliki cadangan data digital yang selalu tersedia dalam sistem.

6. Mudah Digunakan Secara Global

Sistem blockchain bersifat universal, sehingga ijazah dapat diverifikasi lintas negara tanpa perlu proses legalisasi tambahan. Ini sangat membantu bagi lulusan yang ingin berkarier atau melanjutkan studi di luar negeri.

7. Lebih Efisien dan Praktis

Seluruh proses, mulai dari penerbitan hingga verifikasi, dilakukan secara digital. Hal ini menghemat waktu, biaya, dan tenaga dibandingkan sistem konvensional.

8. Ramah Lingkungan

Karena tidak membutuhkan kertas, penggunaan ijazah blockchain membantu mengurangi limbah dan mendukung praktik yang lebih berkelanjutan di dunia pendidikan.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait apa itu ijazah blockchain seperti yang diterima oleh Pratama Arhan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More