Lifestyle / Female
Selasa, 07 April 2026 | 12:13 WIB
Ilustrasi layering parfum habis mandi. (Freepik)

Dengan teknik ini, parfum tidak hanya bertahan lama tetapi juga memiliki karakter aroma yang lebih kaya dan elegan.

4. Pilih middle notes floral atau spicy

Setelah base notes, lapisan berikutnya adalah middle notes yang berfungsi sebagai “jantung” dari parfum. Aroma floral seperti rose dan jasmine atau spicy seperti cinnamon memberikan dimensi yang lebih hidup pada wangi Anda.

Lapisan ini biasanya mulai tercium setelah beberapa menit penggunaan dan bertahan cukup lama. Kombinasi antara base dan middle notes akan menciptakan transisi aroma yang halus.

Dengan memilih middle notes yang tepat, Anda bisa menghasilkan aroma yang seimbang dan tidak saling bertabrakan.

Ilustrasi memakai parfum.

5. Gunakan top notes yang fresh

Sebagai lapisan terakhir, top notes memberikan kesan pertama yang segar dan menarik. Aroma citrus, fruity, atau aquatic sering digunakan untuk menciptakan efek ringan dan menyegarkan.

Meskipun top notes cenderung cepat menguap, perannya tetap penting dalam keseluruhan layering. Aroma ini akan menjadi pembuka yang memikat sebelum beralih ke lapisan berikutnya. Dengan kombinasi yang tepat, Anda akan mendapatkan wangi yang kompleks namun tetap nyaman digunakan sepanjang hari.

6. Semprot di titik nadi

Baca Juga: Wangi Hangat dan Memikat: Ini 5 Parfum Spicy Woody yang Harus Dicoba!

Teknik penyemprotan juga tidak kalah penting dalam menentukan ketahanan parfum. Titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, belakang telinga, dan siku bagian dalam memiliki suhu lebih hangat yang membantu menyebarkan aroma dengan lebih baik.

Saat menggunakan parfum di area ini, panas tubuh akan membantu mengaktifkan aroma secara perlahan. Hal ini membuat wangi parfum lebih tahan lama dan tercium secara konsisten. Untuk hasil maksimal, hindari menggosok parfum setelah disemprot karena dapat merusak struktur aromanya.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Load More