- Tren hybrid cafe yang menggabungkan kedai kopi, bar, dan makanan kini berkembang pesat di kawasan SCBD Jakarta.
- Subform di SCBD menghadirkan konsep kafe fleksibel dengan penggunaan mesin kopi canggih serta menu minuman sehat.
- Tempat ini menyediakan beragam pilihan menu makanan serta ruang bagi komunitas untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan kolaborasi.
Suara.com - Tren tempat hangout di Jakarta kini sudah mengarah pada hybrid cafe, gabungan kedai kopi, bar koktail, comfort food khas Indonesia hingga fashion. Tren hybrid cafe mulai menjamur di Senopati, Jakarta Selatan.
Subform at SOL Collective Space contohnya, kafe di kawasan SCBD, Jakarta Selatan ini akan membuat pengunjung selalu diterima kapan pun.
Dari mulai sarapan dengan kopi drip jam 8 pagi hingga menyesap koktail sampai jam 2 dini hari pada Jumat dan Sabtu.
Head of Commercial dan co-founder Subform, Haryo PWK, bercerita bahwa saat ini banyak orang mendapat ide dan inspirasi dari menyesap kopi.
Ia meyakini kopi bisa jadi dasar lifestyle dunia food and beverage (FnB), inilah sebabnya ia membuat tempat gabungan antara kedai kopi, bar koktail hingga comfort food.
Menariknya, Haryo bercerita saat ini ada pergeseran yang cukup masif dalam cara generasi menikmati kopi atau makanan dengan gaya hidup sehat. Inilah sebabnya tren yang bermunculan seperti padel, marathon hingga hiking.
"Paginya kita akomodasi teman-teman yang olahraga, komunitas lari, komunitas sepeda, klub-klub mobil. Malamnya setelah jam kerja banyak perkantoran atau setelah makan siang minum kopi," papar Haryo di SCBD, Jakarta, Selasa (1/4/2026)
Ini juga yang jadi alasan Head of Barista Subform, Naufal Ramadan, memilih semua kopi yang disajikan tidak menggunakan gula pasir. Jika pengunjung ingin meminta gula, pilihannya simple syrup, gula kelapa, gula aren, dan madu.
"Kenapa harus beda-beda, karena kadang kopi ditambahkan dengan madu, atau ditambahkan dengan gula aren, tastenya berbeda. Makanya kenapa lebih famous kopi gula aren, itu salah satu alasannya," jelas Naufal.
Baca Juga: Viral Kedai Kopi Pakai Nama Wanita untuk Menu Hingga Singkatan Kontroversial, Klarifikasinya Dihujat
Keseriusan Subform dalam menyajikan kopi juga tidak main-main, tempat ini difasilitasi empat mesin kopi manual brew dari Italia, yakni Modbar seharga ratusan juta yang jumlahnya terbatas di dunia.
Mesin kopi ini menurut Naufal punya keunggulan dari segi komputerisasi, mampu menyajikan rasa yang konsisten, sehingga rasa kopi yang diminum tidak akan berubah karena jumlah takaran atau pengaruh suhu yang diberikan.
Meski begitu, Naufal memastikan kemampuan barista dalam meracik kopi juga ditantang di tempat ini. Pada akhirnya, sentuhan tangan barista yang akan menentukan rasa hingga sampai ke tangan pecinta kopi.
"Tapi yang balik lagi, how behind the machine, jadi semua balik lagi ke si baristanya. Sebagus apa pun alatnya, ketika mereka tidak dapat menggunakan, ya rasa kopi yang mereka sajikan juga akan seperti biasa saja," papar Naufal.
Terdapat 15 menu signature coffee di tempat ini. Namun yang tidak boleh dilewatkan adalah mont blanc hingga orange americano yang memberikan sensasi menyegarkan tanpa menghilangkan rasa kopi.
Dari sisi makanan yang sebaiknya tidak dilewatkan yaitu nasi goreng cumi yang memberikan tekstur gurih namun balance dengan rasa tinta cumi yang khas, tidak menyengat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
-
3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta