Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 08 April 2026 | 10:28 WIB
Subform at SOL Collective Space di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Baca 10 detik
  • Tren hybrid cafe yang menggabungkan kedai kopi, bar, dan makanan kini berkembang pesat di kawasan SCBD Jakarta.
  • Subform di SCBD menghadirkan konsep kafe fleksibel dengan penggunaan mesin kopi canggih serta menu minuman sehat.
  • Tempat ini menyediakan beragam pilihan menu makanan serta ruang bagi komunitas untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan kolaborasi.

Suara.com - Tren tempat hangout di Jakarta kini sudah mengarah pada hybrid cafe, gabungan kedai kopi, bar koktail, comfort food khas Indonesia hingga fashion. Tren hybrid cafe mulai menjamur di Senopati, Jakarta Selatan.

Subform at SOL Collective Space contohnya, kafe di kawasan SCBD, Jakarta Selatan ini akan membuat pengunjung selalu diterima kapan pun.

Dari mulai sarapan dengan kopi drip jam 8 pagi hingga menyesap koktail sampai jam 2 dini hari pada Jumat dan Sabtu.

Head of Commercial dan co-founder Subform, Haryo PWK, bercerita bahwa saat ini banyak orang mendapat ide dan inspirasi dari menyesap kopi.

Ia meyakini kopi bisa jadi dasar lifestyle dunia food and beverage (FnB), inilah sebabnya ia membuat tempat gabungan antara kedai kopi, bar koktail hingga comfort food.

Menariknya, Haryo bercerita saat ini ada pergeseran yang cukup masif dalam cara generasi menikmati kopi atau makanan dengan gaya hidup sehat. Inilah sebabnya tren yang bermunculan seperti padel, marathon hingga hiking.

Subform at SOL Collective Space di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Paginya kita akomodasi teman-teman yang olahraga, komunitas lari, komunitas sepeda, klub-klub mobil. Malamnya setelah jam kerja banyak perkantoran atau setelah makan siang minum kopi," papar Haryo di SCBD, Jakarta, Selasa (1/4/2026)

Ini juga yang jadi alasan Head of Barista Subform, Naufal Ramadan, memilih semua kopi yang disajikan tidak menggunakan gula pasir. Jika pengunjung ingin meminta gula, pilihannya simple syrup, gula kelapa, gula aren, dan madu.

"Kenapa harus beda-beda, karena kadang kopi ditambahkan dengan madu, atau ditambahkan dengan gula aren, tastenya berbeda. Makanya kenapa lebih famous kopi gula aren, itu salah satu alasannya," jelas Naufal.

Baca Juga: Viral Kedai Kopi Pakai Nama Wanita untuk Menu Hingga Singkatan Kontroversial, Klarifikasinya Dihujat

Keseriusan Subform dalam menyajikan kopi juga tidak main-main, tempat ini difasilitasi empat mesin kopi manual brew dari Italia, yakni Modbar seharga ratusan juta yang jumlahnya terbatas di dunia.

Mesin kopi ini menurut Naufal punya keunggulan dari segi komputerisasi, mampu menyajikan rasa yang konsisten, sehingga rasa kopi yang diminum tidak akan berubah karena jumlah takaran atau pengaruh suhu yang diberikan.

Subform at SOL Collective Space di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Meski begitu, Naufal memastikan kemampuan barista dalam meracik kopi juga ditantang di tempat ini. Pada akhirnya, sentuhan tangan barista yang akan menentukan rasa hingga sampai ke tangan pecinta kopi.

"Tapi yang balik lagi, how behind the machine, jadi semua balik lagi ke si baristanya. Sebagus apa pun alatnya, ketika mereka tidak dapat menggunakan, ya rasa kopi yang mereka sajikan juga akan seperti biasa saja," papar Naufal.

Terdapat 15 menu signature coffee di tempat ini. Namun yang tidak boleh dilewatkan adalah mont blanc hingga orange americano yang memberikan sensasi menyegarkan tanpa menghilangkan rasa kopi.

Dari sisi makanan yang sebaiknya tidak dilewatkan yaitu nasi goreng cumi yang memberikan tekstur gurih namun balance dengan rasa tinta cumi yang khas, tidak menyengat.

Load More