- Presiden Direktur PT Gunung Geulis Elok Abadi, Jeyson Pribadi, mengungkapkan pergeseran preferensi liburan generasi muda pascapandemi menuju konsep sadar kesehatan.
- Wisatawan kini lebih mengutamakan penginapan ramah lingkungan dan fasilitas kerja jarak jauh guna meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
- Hotel Nawana di Sentul, Bogor, mencapai tingkat okupansi tinggi sebesar 90 persen berkat konsep eksklusivitas yang ditawarkan kepada tamu.
Suara.com - Terjadi pergeseran cara generasi muda memilih penginapan untuk liburan, dari yang mencari harga murah menjadi mengedepankan kualitas dan ramah lingkungan.
Fakta ini diungkap Presiden Direktur PT Gunung Geulis Elok Abadi, Jeyson Pribadi, yang melihat adanya perubahan drastis tentang cara masyarakat Indonesia liburan setelah pandemi Covid-19.
Jeyson mengatakan masyarakat sudah mulai liburan dengan memperhatikan health consciousness (sadar akan kesehatan).
Artinya, mereka mulai menjadikan liburan, kesehatan tubuh, dan kesehatan sebagai fokus utama.
"Jadi mencari udara yang lebih segar, lebih sejuk, mungkin nggak lagi harus semua serba tinggal di tengah kota," ujar Jeyson melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (16/4/2026).
Bahkan menurut Jeyson, saat ini generasi muda kerap tidak mempermasalahkan jarak untuk liburan, karena fokusnya meningkatkan kualitas kehidupan.
Ditambah masyarakat kini lebih memastikan tempat penginapan yang ramah untuk work from anywhere atau bekerja dari mana saja.
"Mungkin agak jauh sedikit, tapi kalau suasananya enak, kita bisa work from anywhere, work from home, ya kan? Yang penting makanya konektivitas itu sangat penting," paparnya.
Inilah sebabnya fasilitas Wi-Fi hingga ketersediaan jaringan di lokasi liburan atau penginapan saat ini menjadi hal yang krusial.
Baca Juga: Bikin Liburan Impian Jadi Nyata, Ini Tips Keliling Dunia Murah Ala BRI
Ini juga jadi alasan pemilihan Sentul City, Bogor, Jawa Barat sebagai lokasi hotel bintang 4 Nawana by Alana yang mengedepankan konsep sanctuary modern dengan mengutamakan ketenangan, eksklusivitas, dan harmoni.
Di sisi lain, Jeyson mengakui jika saat ini sektor pariwisata terbilang sedikit melambat. Kondisi ini dipengaruhi situasi global dan ekonomi yang belum stabil.
Namun, Jeyson melihat tetap ada potensi wisata jangka panjang yang mengedepankan wellness dan ramah lingkungan.
"Kalau dari kita di Sentul, pariwisata ini masih berjalan. Memang sedikit slow down, menurut saya itu hal yang normal," ungkap Jeyson lagi.
"Tapi ya secara overall kita masih yakin dan percaya secara long term akan baik di sini karena memang sekarang Jakarta pun sudah padat," imbuhnya.
Menariknya, meski sektor pariwisata melambat, hotel yang terdiri dari 70 kamar ini sudah mencapai okupansi 90 persen dari total kamar.
"Kadang-kadang kalau lagi libur bisa overbooked dan lain-lain. Nah, sehingga mungkin kita yakin dengan penambahan ini dan lebih efisien dalam kita bekerja, karena mungkin dari 70 ke 140, staf-stafnya juga nggak nambah terlalu banyak," pungkas Jeyson.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup