Lifestyle / Male
Jum'at, 17 April 2026 | 11:03 WIB
Syekh Ahmad Al Misry [Instagram]
Baca 10 detik
  • Syekh Ahmad Al Misry dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis.

  • Lima santri penghafal Al-Qur'an menjadi korban dengan modus iming-iming beasiswa.

  • Oki Setiana Dewi mengungkap kasus ini hingga berlanjut ke jalur hukum.

Suara.com - Kasus pelecehan sesama jenis yang menyeret sosok Syekh Ahmad Al Misry kembali mencuat.

Pendakwah kondang yang juga juri ajang pencarian bakat menghafal Alquran, Syekh Ahmad Al Misry kembali dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri.

Kasus yang sempat tertutup rapat selama bertahun-tahun ini kembali menjadi sorotan publik setelah para korban memberanikan diri bicara.

Mirisnya, aksi bejat tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan statusnya sebagai pemuka agama.

Berikut adalah deretan fakta pilu terkait kasus pelecehan seksual yang menjerat Syekh Ahmad Al Misry:

1. Korban Adalah Santri Penghafal Alquran

Syekh Ahmad Al Misry [Instagram]

Berdasarkan keterangan Ustaz Abi Makki yang mewakili para korban, setidaknya ada lima orang laki-laki yang menjadi korban aksi Syekh Ahmad Al Misry.

Mirisnya, para korban bukanlah orang sembarangan, melainkan santri pilihan yang setidaknya sudah menghafal 10 Juz Alquran.

2. Modus Iming-iming Beasiswa ke Mesir

Baca Juga: Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah

Dalam melancarkan aksinya, Syekh Ahmad Al Misry diduga menggunakan posisi tawar yang tinggi.

Ia menjanjikan para santri tersebut beasiswa untuk melanjutkan studi ke Mesir atau mendapatkan sanad (silsilah keilmuan) yang tersambung langsung ke Rasulullah SAW.

"Disampaikan, mau enggak belajar ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, itu ada kebanggaan. Tapi setelah itu, mereka shock karena tindakan yang dilakukan," lanjut Abi Makki.

3. Catut Nama Nabi Muhammad dan Imam Syafi'i untuk Justifikasi

Salah satu fakta paling mengerikan dalam kasus ini adalah upaya terduga pelaku mencatut nama tokoh suci Islam demi menormalisasi aksinya.

Saat korban melayangkan protes, Syekh Ahmad disebut membawa-bawa kisah Nabi Muhammad SAW.

"(Kata Syekh Ahmad ke korban) 'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib'. Ucapan itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," ujar Ustaz Abi Makki sambil menahan tangis.

Selain itu, ia juga mencatut nama Imam Syafi'i saat mengajak korban menonton tayangan tak senonoh.

4. Terungkap Berkat Oki Setiana Dewi

Potret Oki Setiana Dewi (Instagram/@okisetianadewi)

Kasus ini sebenarnya sudah pernah disidang secara internal oleh para guru pada 2021 setelah kejadian pertama di 2017.

Kala itu, pelaku sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi.

Namun, fakta pahit terungkap saat Oki Setiana Dewi mewawancarai salah satu korban di Mesir pada 2025.

Oki Setiana Dewi langsung menghubungi rekan-rekan pendakwah di Indonesia.

Hal inilah yang memicu para ulama untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

5. Ada Intimidasi, Sogokan, Hingga Libatkan Interpol

Kuasa hukum korban, Ahmad Cholidin, mengungkapkan bahwa para kliennya sempat mengalami teror dan ancaman agar mencabut laporan.

Mulai dari ancaman putus sekolah hingga ancaman keselamatan keluarga.

Bahkan, ada upaya pemberian dana atau sogokan agar kasus tidak berlanjut.

Namun, karena laporan sudah naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri, pihak pengacara kini berupaya menggandeng Interpol.

Hal ini dikarenakan Syekh Ahmad Al Misry saat ini diketahui berada di Mesir.

"Kami berharap penyidik bisa bekerjasama dengan Interpol untuk ditarik kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Ahmad Cholidin.

Profil Singkat Syekh Ahmad Al Misry

Syekh Ahmad Al Misry selama ini dikenal sebagai ulama asal Mesir yang fasih berbahasa Indonesia.

Namanya melambung setelah menjadi juri tetap program Hafiz Indonesia di RCTI, menggantikan peran almarhum Syekh Ali Jaber.

Ia juga pernah aktif mengisi berbagai program religi di televisi nasional seperti Damai Indonesiaku (tvOne) dan Khazanah (Trans7).

Load More