Suara.com - Kabar mengenai penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan untuk siomay yang beredar di masyarakat bukanlah hal baru.
Bagi sebagian orang, hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun ada baiknya kita mengenali ciri siomay yang pakai ikan sapu-sapu, dan menyadari apa dampaknya pada konsumsi jangka panjang.
Isu mengenai penggunaan ikan sapu-sapu ini kembali mengemuka setelah gencarnya seorang TikToker dalam membasmi ikan invasif tersebut.
Hal ini menginspirasi banyak orang dan bahkan pemerintah untuk menggalakkan pembasmian ikan ini, demi mempertahankan ekosistem air yang lebih sehat dan seimbang.
Ciri-Ciri Siomay yang Pakai Ikan Sapu-Sapu
Ada beberapa ciri utama yang bisa dicermati ketika siomay yang disajikan menggunakan bahan utama daging ikan sapu-sapu. Beberapa ciri yang bisa diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Aroma yang Menyengat
Siomay yang menggunakan ikan segar memiliki aroma yang ringan dan gurih. Ikan yang biasa dijadikan bahan baku adalah ikan tenggiri.
Sementara itu ketika penggunaan daging ikan sapu-sapu, aromanya akan menjadi amis, tajam, tidak sedap, dan terasa mengganggu.
2. Warna Siomay Kusam
Baca Juga: Berhasil Jaring 6,5 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Skema Pembersihan Berkala
Ciri berikutnya adalah warna dari siomay yang kusam dan gelap. Daging ikan sapu-sapu sering tampak lebih gelap, kusam, dan tidak segar. Sementara siomay dengan bahan baku berkualitas memiliki warna putih bersih atau abu-abu muda.
3. Teksturnya Keras
Jika siomay yang dimakan memiliki tekstur yang keras atau terasa aneh, bisa jadi hal ini tanda bahwa siomay tersebut menggunakan bahan baku daging ikan sapu-sapu.
Pada siomay yang berkualitas, teksturnya akan terasa kenyal dan lembut ketika digigit.
4. Harga yang Terlalu Murah
Pada dasarnya siomay memang adalah makanan ringan yang bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga ke restoran. Namun ketika harganya terlalu murah, bisa jadi itu adalah indikasi bahwa siomay dibuat tidak dengan bahan yang berkualitas.
Berita Terkait
-
Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono
-
Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
-
Dimusnahkan Pemprov Jakarta, Memangnya Apa Dampak Buruk Ikan Sapu-Sapu Bagi Lingkungan?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan