Tentu tidak semua pedagang yang menjual dengan harga murah dipastikan menggunakan daging ikan sapu-sapu sebagai tambahan dalam makanannya. Tapi ada baiknya menghindari makanan dengan harga terlalu murah untuk mengurangi risikonya.
Bahaya Konsumsi Daging Ikan Sapu-Sapu
Konsumsi daging ikan sapu-sapu merupakan hal yang sangat tidak direkomendasikan. Selain karena memang daging ikan ini tidak layak makan, ada beberapa hal lain yang juga menjadi alasan yang sifatnya mendasar.
Setidaknya terdapat tiga hal yang harus dicermati dan disadari akan bahaya konsumsi daging ikan sapu-sapu.
- Pertama, adanya kontaminasi logam berat seperti merkuri dan timbal. Karena sifatnya sebagai penyerap zat beracun, maka logam berat akan menumpuk di dagingnya dan berdampak buruk untuk kesehatan.
- Kedua, risiko kontaminasi bakteri dan parasit. Ikan sapu-sapu juga sering membawa cacing dan parasit yang berbahaya untuk tubuh manusia. Ketika masuk, bisa terjadi infeksi usus dan gangguan pencernaan serius.
- Ketiga, kandungan limbah kimia yang tidak diketahui. Habitatnya ada di dasar perairan kotor, sehingga berpotensi mengandung residu limbah kimia lain yang sama sekali tidak teridentifikasi.
Cermat dalam memilih kudapan yang akan dikonsumsi adalah salah satu cara mencegah terjadinya konsumsi siomay ikan sapu-sapu. Meski memang sulit dibedakan, namun hal ini masih bisa dicegah dengan kecermatan tinggi.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang mengenali ciri siomay yang pakai ikan sapu-sapu sebagai bahan bakunya. Semoga berguna, dan selalu waspada dalam memilih jajanan!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono
-
Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
-
Dimusnahkan Pemprov Jakarta, Memangnya Apa Dampak Buruk Ikan Sapu-Sapu Bagi Lingkungan?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan