Suara.com - Timeline mengenai pembasmian ikan sapu-sapu di Jakarta ramai berseliweran di beranda media sosial dan berbagai kanal pemberitaan.
Tak tanggung-tanggung, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai berton-ton. Lantas apa dampak buruk ikan sapu-sapu bagi lingkungan?
Ikan sapu-sapu bisa berkembang pesat di sungai tercemar lantaran mempunyai daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
Umumnya, di sungai dengan kualitas air yang buruk, ikan lokal tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya, sapu-sapu justru dapat bertahan hidup bahkan berkembang biak dengan sangat pesat.
Dimusnahkan Pemprov Jakarta
Untuk menekan angka populasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pemusnahan ikan sapu-sapu.
Pemprov Jakarta pun berhasil menangkap sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu hanya dalam sehari dengan berat sekitar 6,98 ton. Penangkapan tersebut dilakukan di lima wilayah daerah Jakarta.
Penangkapan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dapat merusak ekosistem perairan di wilayah Jakarta.
Rencananya, pengendalian juga bakal dilakukan di beberapa wilayah lain. Hal ini dilakukan sesuai dengan revisi Peraturan Menteri (Permen) untuk pengendalian populasi ikan sapu-sapu.
Mengenal Ikan Sapu-Sapu
Ikan sapu-sapu atau dalam bahasa latin disebut sebagai Pterygoplichthys pardalis, merupakan ikan asing introduksi yang populer sebagai spesies invasif dengan kemampuan reproduksi tertinggi. Ikan satu ini berasal dari Amerika Selatan (AS).
Baca Juga: Mengapa Penangkapan Saja Tak Efektif, Pakar IPB Ungkap Tiga Strategi Kendalikan Ikan Sapu-Sapu
Berdasarkan penelitian, dalam satu siklus reproduksi, seekor sapu-sapu betina dapat menghasilkan kurang lebih 19.000 telur dan mampu berkembang biak beberapa kali dalam kurun waktu satu tahun.
Dikutip dari situs IPB University, ikan sapu-sapu mulai bereproduksi pada ukuran yang tergolong masih kecil (yaitu 23,9-28,99 cm untuk ikan jantan dan 13,0-25,98 cm untuk ikan betina). Hal ini menjadi faktor utama dalam mempercepat siklus invasinya.
Ikan sapu-sapu disebut sebagai "pembersih" akuarium lantaran memiliki kemampuan untuk mengonsumsi lumut dan sisa kotoran. Akan tetapi, di balik manfaat bekennya, ikan asal AS ini justru menjadi ancaman serius apabila dilepas ke alam liar seperti sungai maupun danau.
Dampak Buruk Ikan Sapu-Sapu Bagi Lingkungan
Berikut ini adalah beberapa dampak buruk kehadiran ikan sapu-sapu bagi lingkungan:
1. Keberadaannya Dapat Menyingkirkan Spesies Lokal
Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif. Sehingga membuat ikan jenis ini mampu berkembang biak dengan pesat, beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, serta tidak mempunyai predator alami di banyak perairan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat