- Menkeu Purbaya secara mengejutkan mencopot Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu.
- Luky Alfirman memiliki rekam jejak panjang selama hampir 30 tahun di Kementerian Keuangan.
- LHKPN mencatat kekayaan bersih Luky Alfirman menembus angka Rp52 miliar tanpa beban utang.
Suara.com - Gebrakan Menkeu Purbaya di Kementerian Keuangan memakan korban seorang pejabat senior yang sangat loyal.
Keputusan memberhentikan seorang dirjen strategis membuat profil Luky Alfirman mendadak jadi sorotan utama publik.
Padahal, birokrat andal ini memiliki rekam jejak pengabdian hampir tiga dekade sejak era lampau. Ia bahkan tercatat memiliki laporan harta kekayaan fantastis yang bersih dari utang sepeserpun.
Hal ini memunculkan teka-teki mengenai alasan pasti di balik perombakan elite tersebut. Publik tentu penasaran dengan sepak terjang sosok yang sebelumnya dikenal sebagai penjaga gawang anggaran negara ini.
Keputusan pemberhentian ini telah dikonfirmasi dan langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh kementerian. Roda birokrasi dipastikan tidak akan terganggu oleh kekosongan kursi pimpinan yang ditinggalkannya.
"Sudah dikasih Plh (Pelaksana Harian) sekarang. Sudah dari kemarin sore aktif," tegas Purbaya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Profil Luky Alfirman, Insinyur ITB yang Menyeberang ke Jalur Ekonomi
Lahir di Bandung pada 27 Maret 1970, Luky Alfirman awalnya tidak memiliki latar belakang pendidikan keuangan. Ia justru sukses merengkuh gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994.
Namun, jalan hidupnya berbelok ketika ia memutuskan melanjutkan pendidikan tinggi ke Amerika Serikat. Ia berhasil menyabet gelar master hingga Ph.D di bidang ekonomi dari University of Colorado.
Baca Juga: Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
Tiga Dekade Mengabdi Berujung Evaluasi
Perjalanan panjangnya berseragam abdi negara sejatinya telah dimulai sejak 1 Maret 1995 silam. Ia dengan sabar meniti tangga karier dari bawah di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Integritasnya teruji saat ia dilibatkan langsung dalam program reformasi dan modernisasi administrasi perpajakan nasional.
Kariernya terus merangkak naik secara pasti hingga ia dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal pada 2011.
Sempat menjabat sebagai Chief of Staff, ia lantas ditunjuk menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Puncaknya, ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada 23 Mei 2025 lalu.
Tajir Melintir Tanpa Beban Utang
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan
-
BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby
-
11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket
-
Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi
-
Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital
-
Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar