- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pungutan tarif bagi kapal internasional yang melintasi jalur Selat Malaka.
- Singapura dan Malaysia menolak rencana tersebut karena berkomitmen menjaga prinsip kebebasan navigasi serta hukum internasional.
- Pemerintah Malaysia menekankan bahwa kebijakan strategis di Selat Malaka harus melalui konsensus keempat negara pesisir terkait.
Suara.com - Wacana yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembayaran tarif kapal internasional yang melintas di Selat Malaka ditolak Malaysia dan Singapura.
Purbaya menyebut selama ini kapal-kapal bebas melintas tanpa dikenakan biaya.
Menkeu Purbaya menambahkan, gagasan tersebut terinspirasi dari rencana Iran yang ingin mengenakan tarif di Selat Hormuz.
Menurutnya, jika diterapkan bersama Malaysia dan Singapura, kebijakan itu berpotensi menghasilkan pendapatan besar.
“Iran berencana menarik biaya di Selat Hormuz. Jika kita bagi bertiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, hasilnya bisa signifikan,” kata Purbaya.
Namun, usulan ini langsung mendapat respons tegas dari negara tetangga.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menolak keras rencana tersebut dan menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran.
“Hak lintas dijamin untuk semua pihak. Kami tidak akan mendukung upaya pembatasan atau pungutan di wilayah kami,” ujarnya dilansir dari Tuoi Tre.
Sikap serupa juga disampaikan oleh Malaysia melalui Menteri Perhubungan Anthony Loke.
Baca Juga: Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
Anthony Loke menegaskan komitmen negaranya terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi di jalur laut tersebut.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan menekankan pengelolaan Selat Malaka tidak hanya dibicarakan oleh tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura, tapi juga Thailand.
“Apa pun yang ingin dilakukan di Selat Malaka harus melibatkan keempat negara tersebut. Tidak bisa dilakukan secara sepihak,” tegasnya dilansir dari Berita Harian.
Hasan menjelaskan, kerja sama regional telah lama dibangun melalui patroli bersama dan perjanjian keamanan maritim.
Prinsip utama yang dipegang adalah setiap kebijakan harus disepakati bersama, bukan ditentukan oleh satu negara saja.
“ASEAN itu berbasis konsensus. Bahkan di tingkat komite kecil sekalipun, semua keputusan diambil bersama,” tambah Hasan.
Malaysia juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip ASEAN, termasuk konsep Zona Damai, Bebas, dan Netral (ZOPFAN). Negara itu ingin tetap menjaga posisi netral di tengah rivalitas kekuatan global.
“Kita negara perdagangan dengan ekonomi terbuka. Kita tidak bisa terlihat berpihak. Jika itu terjadi, ekonomi kita bisa terganggu,” ujar Hasan.
Pihak Malaysia menegaskan bahwa stabilitas Selat Malaka bukan hanya kepentingan nasional, tetapi juga tanggung jawab bersama kawasan dan dunia.
Berita Terkait
-
Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
-
Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
-
Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump
-
Mau Tiru Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal di Selat Malaka: Lumayan Kan?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!