-
Bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta kini resmi disegel dengan garis polisi.
-
Trauma kekerasan pada anak usia dini berdampak buruk hingga usia dewasa.
-
Kenali tanda anak menjadi korban melalui emosi yang mendadak meledak-ledak.
Suara.com - Sebuah tempat penitipan anak (daycare) bernama Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi pusat perhatian publik setelah dugaan kasus kekerasan terhadap anak mencuat dan viral pada Jumat (24/4/2026).
Kondisi di lokasi dilaporkan mencekam dengan bentangan garis polisi (police line) yang menyegel bangunan Daycare Little Aresha.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola belum memberikan keterangan resmi, sementara ulasan negatif warganet di Google Maps mendadak hilang tak bersisa.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi orang tua. Kekerasan pada anak, terutama di usia emas (1-5 tahun) bukan perkara sepele.
Efeknya bisa membekas hingga dewasa, merusak mental, bahkan fisik.
Berdasarkan data KemenPPPA, ribuan kasus kekerasan mengintai anak usia dini setiap tahunnya.
Lantas, bagaimana orang tua bisa mendeteksi jika si kecil menjadi korban kekerasan di daycare?
Melansir dari laman resmi DP3AK, berikut perubahan perilaku anak korban kekerasan yang wajib diwaspadai:
1. Emosi yang Meledak-ledak dan Sulit Dikendalikan
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Lega Harga Masuk Akal
Anak yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi sangat pemarah, sering menangis histeris, atau ketakutan tanpa alasan adalah tanda yang harus diwaspadai.
Kekerasan membuat anak sulit mengelola emosi. Trauma ini bisa bermanifestasi dalam bentuk mimpi buruk, sulit tidur, atau bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Jika emosi ini tertahan, saat dewasa mereka berisiko melampiaskannya pada hal negatif seperti narkoba atau alkohol sebagai pelarian.
2. Penurunan Fungsi Otak dan Sulit Fokus
Jangan anggap remeh jika anak tiba-tiba sulit diajak belajar hal baru atau tampak lemot dalam menangkap instruksi.
Penelitian menunjukkan bahwa trauma kekerasan dapat memengaruhi struktur perkembangan otak.
Berita Terkait
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare
-
Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Lega Harga Masuk Akal
-
5 Rekomendasi Lip Tint dan Blush On 2in1 untuk Hasil Makeup Flawless Alami dan Minimalis
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi