Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 25 April 2026 | 10:16 WIB
ilustrasi kekerasan pada anak (freepik)
Baca 10 detik
  • Bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta kini resmi disegel dengan garis polisi.

  • Trauma kekerasan pada anak usia dini berdampak buruk hingga usia dewasa.

  • Kenali tanda anak menjadi korban melalui emosi yang mendadak meledak-ledak.

Akibatnya, fungsi kognitif menurun, anak sulit memusatkan perhatian, dan prestasi akademiknya anjlok.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan meningkatkan risiko demensia atau pikun di usia tua.

3. Tiba-tiba Takut pada Orang Tertentu

Salah satu tanda paling nyata adalah perubahan sikap sosial. Anak yang menjadi korban kekerasan biasanya tumbuh menjadi pribadi yang penuh curiga dan sulit percaya pada orang lain, bahkan kepada orang tuanya sendiri.

Perhatikan jika anak menunjukkan ketakutan berlebih pada sosok tertentu.

Misalnya, jika ia mengalami androphobia atau takut pada laki-laki karena mendapat kekerasan dari oknum pengasuh pria atau sebaliknya.

Mereka cenderung menarik diri dan rentan mengalami kesepian yang mendalam.

4. Gangguan Kesehatan Fisik yang Muncul Tiba-tiba

Kekerasan tidak hanya meninggalkan bekas luka memar. Trauma psikis yang hebat dapat memicu masalah kesehatan kronis.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Lega Harga Masuk Akal

Anak yang tertekan secara mental berisiko lebih tinggi terkena asma, serangan panik, hingga gangguan makan.

Jika dibiarkan hingga dewasa, sisa trauma ini bisa memicu penyakit serius seperti jantung koroner, stroke, diabetes, hingga obesitas akibat stres yang berkepanjangan.

5. Menjadi Agresif atau Meniru Perilaku Kekerasan

Anak adalah peniru ulung. Jika mereka mendapatkan kekerasan di daycare, ada risiko mereka akan mempraktikkan hal yang sama kepada teman sebaya atau mainannya.

Jika tidak ditangani oleh psikolog, siklus ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa dan berpotensi menjadi pelaku kekerasan saat menjadi orang tua nanti.

Pesan untuk Orang Tua

Load More