- Memasuki usia 30 tahun, kulit mengalami penurunan kolagen yang menyebabkan elastisitas berkurang serta munculnya berbagai tanda penuaan dini.
- Pakar kesehatan menyarankan kombinasi nutrisi, penggunaan bahan aktif seperti kolagen, serta perlindungan sinar UV untuk menjaga kesehatan kulit.
- Cameelia Farah menekankan pentingnya rutinitas perawatan melalui produk berbasis sains dan gaya hidup sehat demi menjaga kekencangan kulit.
Suara.com - Memasuki usia 30 tahun, kulit mulai mengalami perubahan yang tidak bisa dihindari. Produksi kolagen perlahan menurun, membuat elastisitas berkurang dan tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kulit kusam, hingga tekstur yang tak lagi sehalus dulu mulai muncul.
Di fase ini, perawatan kulit bukan lagi sekadar rutinitas, tapi bentuk investasi jangka panjang. Menjaga kulit tetap kencang dan sehat membutuhkan pendekatan yang lebih terarah—bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), menjaga elastisitas kulit perlu dilakukan melalui kombinasi perawatan topikal, pola hidup sehat, serta perlindungan dari paparan sinar UV. Hal serupa juga disampaikan Healthline, yang menekankan pentingnya penggunaan bahan aktif seperti kolagen, peptida, dan hyaluronic acid untuk membantu menjaga kekenyalan kulit.
PR & Marketing Communication PT Kreasi Kosmetika Indonesia, Cameelia Farah, menyebut ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai diterapkan sejak dini.
Pertama, penuhi kebutuhan nutrisi kulit dari dalam. Konsumsi makanan tinggi protein, vitamin C, dan antioksidan berperan penting dalam mendukung produksi kolagen alami.
Kedua, pilih skincare dengan kandungan yang tepat. Produk dengan bahan aktif teruji dapat membantu menjaga elastisitas sekaligus memperbaiki kondisi kulit secara bertahap.
Ketiga, pastikan kulit tetap terhidrasi. Kulit yang cukup hidrasi cenderung lebih kenyal dan sehat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan masker wajah sebagai perawatan tambahan secara rutin.
Seiring berkembangnya tren perawatan kulit, kini semakin banyak produk yang diformulasikan khusus untuk menjaga elastisitas dan kelembapan. Salah satunya masker dengan kandungan kolagen, seperti yang menggunakan teknologi Reallagen™ (T3) Collagen—dirancang menyerupai struktur kolagen alami kulit.
“Penggunaan masker dengan kandungan kolagen dapat membantu menjaga kelembaban sekaligus mendukung elastisitas kulit, terutama jika digunakan secara rutin,” jelas Cameelia.
Baca Juga: 4 Physical Sunscreen Lokal Allantoin, Redakan Kemerahan pada Kulit Sensitif
Masker jenis ini umumnya digunakan setelah membersihkan wajah, dengan waktu pemakaian sekitar 10–15 menit untuk membantu penyerapan kandungan aktif secara optimal.
Selain itu, perlindungan dari faktor eksternal juga tak kalah penting. Paparan sinar matahari, stres, dan kurang tidur dapat mempercepat munculnya tanda penuaan. Karena itu, penggunaan sunscreen serta menjaga kualitas istirahat menjadi bagian dari perawatan yang tidak boleh diabaikan.
Kini, pendekatan cleanical beauty juga mulai banyak diterapkan. Konsep ini menggabungkan keamanan bahan (clean) dengan efektivitas berbasis sains (clinical), sehingga cocok untuk perawatan jangka panjang.
“Perawatan kulit di usia menjelang 30 tahun sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan kulit yang terus berubah,” tambah Cameelia. “Melalui konsep cleanical beauty, kami ingin menghadirkan solusi yang efektif sekaligus aman digunakan dalam jangka panjang.”
Pada akhirnya, menjaga elastisitas kulit bukan soal instan. Ini tentang konsistensi, pemahaman terhadap kebutuhan kulit, dan memilih perawatan yang tepat—agar kulit tetap sehat, kencang, dan glowing seiring bertambahnya usia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?
-
Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik
-
Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa