- KA Argo Bromo Anggrek jadi perbincangan setelah terlibat kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekas Timur, Senin (27/4/2026) malam.
- Insiden tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
- Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak gerbong KRL pun turut disorot pasca kejadian maut.
Suara.com - Dunia transportasi tanah air tengah berduka menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Akibat insiden tersebut, 14 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 84 orang korban luka menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.
Puluhan jadwal perjalanan kereta api jarak dekat maupun jarak jauh pun mengalami pembatalan pada Selasa (28/4) akibat insiden maut. Seiring dengan kejadian ini, tak sedikit yang bertanya seberapa kencang sebenarnya laju KA Argo Bromo Anggrek hingga dampak benturannya begitu masif?
Si Raja Lintas Utara
Menilik sejarahnya, KA Argo Bromo Anggrek pertama kali beroperasi pada tahun 1997. Bukan kereta api biasa, KA ini merupakan flagship atau kereta unggulan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang melayani rute prestisius Gambir - Surabaya Pasar Turi PP melalui jalur utara. Sebagai kereta kasta tertinggi, kecepatan dan ketepatan waktu menjadi nilai jual utamanya.
Berdasarkan data teknis, KA Argo Bromo Anggrek mengalami lonjakan performa signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tepat pada ulang tahun ke-76 PT KAI tanggal 24 September 2021, kecepatan maksimal kereta ini resmi ditingkatkan menjadi 120 km/jam. Langkah ini memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya secara drastis menjadi sekitar 8 jam 10 menit.
Keunggulan ini terus dipertegas melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) pada 1 Juni 2023. Saat itu, waktu tempuh kembali dipercepat menjadi hanya 8 jam 5 menit. Kecepatan tinggi ini didukung oleh infrastruktur jalur ganda lintas utara yang memungkinkan kereta melaju stabil tanpa banyak hambatan bersilang.
Evolusi Kemewahan dan Teknologi
Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek juga diimbangi dengan fasilitas mewah. Sejak 12 Juni 2018, KA ini telah menghadirkan kelas Luxury. Inovasi berlanjut pada 21 Maret 2019 dengan penggunaan rangkaian eksekutif berbahan baja nirkarat (stainless steel) buatan PT INKA. Material ini tidak hanya elegan secara estetika, tetapi juga lebih ringan dan kokoh untuk menunjang keamanan saat melaju kencang.
Pada 29 Maret 2024, kereta ini kembali mencetak sejarah sebagai kereta api unggulan lintas utara pertama yang menggunakan rangkaian eksekutif baja nirkarat generasi kedua. Transformasi ini menjadikan Argo Bromo Anggrek sebagai standar tertinggi layanan rel di Indonesia, menggeser rangkaian lama yang dihibahkan untuk operasional KA Sembrani.
KA Argo Bromo Anggrek melayani rute utama Jakarta-Surabaya dengan beberapa penghentingan yakni Stasiun Gambir, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Bojonegoro, dan Surabaya Pasar Turi. Layanan kelas Compartment Suite turut disediakan kereta ini sejak Juni 2025.
Kecepatan vs Keamanan di Jalur Padat
Peristiwa di Stasiun Bekasi Timur menjadi pengingat. Meski Argo Bromo Anggrek memiliki teknologi pengereman dan material baja nirkarat yang mutakhir, risiko pada jalur padat tetaplah tinggi, berkaca dari kejadian di Bekasi yang menjadi titik pertemuan antara kereta jarak jauh dan KRL.
Baca Juga: Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
Dengan kecepatan operasional yang mencapai 120 km/jam di jalur terbuka, koordinasi persinyalan di area stasiun seperti Bekasi Timur menjadi krusial. Investigasi sedang dilakukan pihak berwenang menyusul insiden maut yang terjadi Senin malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian