News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB
Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan proses evakuasi kereta pasca-tabrakan di Bekasi Timur telah selesai sepenuhnya pada Selasa.
  • Jalur hilir dibuka kembali untuk kereta jarak jauh, namun operasional KRL arah Cikarang sementara dihentikan hingga evaluasi selesai.
  • Insiden tabrakan tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia serta 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sedang dirawat.

Suara.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin memastikan proses evakuasi rangkaian kereta pasca-tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur telah selesai sepenuhnya.

“Evakuasi kereta Argo Bromo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Sekarang kalau dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak,” ujar Bobby dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, selain evakuasi rangkaian, jalur hilir juga telah kembali dibuka sejak malam sebelumnya dan sudah dapat dilalui perjalanan kereta jarak jauh secara normal. Namun demikian, operasional KRL untuk sementara masih belum sepenuhnya pulih.

“Sampai waktu yang akan kami tentukan, Commuter Line atau KRL akan ditutup dulu. Stasiun terakhir, layanan terakhir adalah Stasiun Bekasi,” jelasnya.

Dengan demikian, perjalanan KRL menuju arah Cikarang untuk sementara belum dapat dijalankan hingga proses pemulihan dan evaluasi dinyatakan selesai.

Di sisi lain, KAI juga masih mengoperasikan pos tanggap darurat untuk membantu penanganan korban dan keluarga terdampak. Pos tersebut saat ini berada di Stasiun Bekasi serta dapat diakses melalui call center 121.

“Kami akan extend pos tanggap darurat ini selama dua minggu ke depan, 14 hari, dan itu akan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur,” kata Bobby.

Terkait data korban, KAI mencatat total korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Sementara itu, sebanyak 84 korban lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan di delapan rumah sakit.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Ibu Muda Meninggal di Hari Pertama Kerja Usai Cuti Melahirkan

Load More