Suara.com - Awal bulan sudah didepan mata, tanggal 1 Mei pada kalender pun bertinta merah. Praktis menjadi libur nasional untuk sekolah maupun pekerja. Ini adalah tanggal merah hari buruh.
Jika hari libur lain biasanya identik dengan perayaan meriah, penuh haru. Namun, 1 Mei ibaratnya semacam hari untuk merayakan perjuangan diri sendiri yang sukses menjalani aktivitas rutin harian dengan bekerja.
Berbagai hak pekerja yang telah diterima serta dinikmati saat ini, contohnya seperti 8 jam kerja sehari dan lainnya, tidak datang begitu saja. Melainkan, terselip perjuangan panjang dalam memperjuangkan kondisi kerja lebih manusiawi.
Maka dari itu, hari buruh akhirnya muncul. Bukan hanya untuk perayaan nasional tapi juga internasional.
Meskipun begitu, momen tersebut sempat dianggap kontroversial pada beberapa negara termasuk Indonesia. Lantas, bagaimana sejarah hari buruh bisa tercipta? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.
Awal Mula Lahirnya Hari Buruh
Hari Buruh atau populer dengan sebutan May Day asal-usulnya dari Amerika Serikat. Pada masa itu, kondisi kerja jauh dari kata manusiawi.
Bayangkan saja, buruh bisa bekerja selama 14 jam hingga 20 jam setiap hari. Rasa capek, kondisi tubuh rentan terserang sakit seolah sudah menjadi bagian pekerja saat itu.
Dari situlah mulai muncul berbagai macam tuntutan yang berkaitan dengan jam kerja dipercepat, upah layak untuk menyambung hidup pekerja.
Baca Juga: Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah
Seiring berjalannya waktu, tepatnya masuk awal abad ke-19, industri mengalami perkembangan pesat. Para pekerja akhirnya sadar bahwa mereka harus bersatu, hingga membentuk serikat buruh demi memperjuangkan kondisi kerja yang manusiawi.
Pada tahun 1837, saat masa pemerintahan Presiden Martin Van Buren, resmi menetapkan jam kerja menjadi 10 jam sehari. Ketetapan tersebut hanya berlaku bagi pegawai pemerintahan saja, belum berlaku untuk buruh.
Ketetapan itu membuat buruh terus melaju memperjuangkan haknya, pada tahun 1850-an mereka makin menuntut terpenuhinya jam kerja hanya 8 jam dalam sehari.
Gerakan tersebut semakin besar menyebar ke berbagai negara, bukan hanya di Amerika saja, tapi semua ikut mengajukan tuntutan terkait jam kerja. Hingga Australia berhasil memperoleh sistem kerja 8 jam sejak 1856.
Empat tahun berselang, tepatnya pada 1860-an gerakan tersebut semakin kuat. Serikat Buruh di Amerika lantas berkumpul lalu membentuk National Labor Union (NLU) yang sepakat memperjuangkan tuntutan 8 jam kerja dalam sehari.
Organisasi tersebut memang tidak tahan lama, tapi sudah berhasil membawa pengaruh luar biasa bagi gerakan buruh.
Sementara itu, pada tahun yang sama tuntutan 8 jam kerja dalam sehari mendapat dukungan dari forum buruh internasional di Jenewa.
Berita Terkait
-
Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah
-
1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
-
Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan
-
Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh
-
Hari Buruh 1 Mei 2026 Libur atau Tidak? Simak Ketentuannya Menurut SKB 3 Menteri
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung