Lifestyle / Komunitas
Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB
Ilustrasi sejarah Hari Buruh (Chris Slupski/Unsplash)

Sebagai pamungkasnya terjadi hal tidak terduga pada tahun 1889, yang mana perwakilan serikat buruh dari berbagai negara berkumpul di Paris, lalu menetapkan 1 Mei sebagai hari khusus memperingati perjuangan buruh, termasuk aksi demo besar-besaran yang terjadi di Chicago sampai korban luka dan meninggal dunia berjumlah banyak.

Sementara itu, Hari Buruh di Indonesia diperingati sejak tahun 1918, saat masih diduduki Hindia Belanda. Perayaan diwarnai aksi mogok kerja yang terorganisir oleh Serikat Buruh.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Hari Buruh di Indonesia sempat mengalami perubahan status berulang kali hingga resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional tahun 2013, saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sehingga, 1 Mei sebagai momentum terbaik bagi buruh untuk mengemukakan aspirasi mereka secara terbuka dan resmi.

Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif sejak 1 Mei 2014, sekaligus sebagai sinyal kembalinya perayaan Hari Buruh yang terakhir diperingati pada tahun 1966.

Saat masa orde baru, peringatan hari buruh dilarang serta tidak mendapat pengakuan dari Pemerintah. Hal itu dikarenakan May Day ada kaitannya dengan ideologis komunisme.

Demi menjauhkan buruh dari kobar semangat 1 Mei, Pemerintah sampai mengalihkan perayaan pada 20 Februari serta ditetapkan sebagai Hari Buruh Indonesia.

Sedangkan pada masa sekarang, peringatan Hari Buruh Internasional di Indonesia berkembang menjadi aksi perjuangan hak pekerja serta kegiatan perayaan inklusif.

Baca Juga: Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah

Kegiatannya meliputi long march yang terselenggara serentak di berbagai kota besar Indonesia. Lalu, para buruh menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More