Suara.com - Operasi Plastik: Cara Sederhana GUDRND Ubah Limbah Jadi Bernilai
Di tengah tingginya produksi sampah plastik di Indonesia, komunitas GUDRND menghadirkan pendekatan berbeda melalui program bernama “operasi plastik”. Program ini menjadi fokus utama mereka dalam mengolah limbah secara sederhana dan mudah diakses masyarakat.
Tergabung dalam ekosistem GUDSKUL, GUDRND selama ini dikenal sebagai komunitas seniman yang mengolah limbah plastik seperti banner, kantong kresek, dan tutup botol menjadi produk bernilai. Namun, melalui “operasi plastik”, mereka mencoba memperluas dampak dengan pendekatan yang lebih praktis.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2025 mencatat Indonesia menghasilkan sekitar 9,9 hingga 12,4 juta ton sampah plastik per tahun. Sebagian di antaranya belum terkelola dengan baik dan berakhir mencemari lingkungan.
Salah satu founder GUDRND, Muhhamad Aldino, mengatakan program “operasi plastik” lahir dari kebutuhan untuk membuat proses daur ulang lebih terjangkau.
“Sebenarnya, alat ini cukup mahal dan akhirnya susah juga karena tidak semua orang bisa melakukan recycle-upcycle pakai mesin,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertanyaan dari peserta workshop justru menjadi titik awal munculnya ide tersebut.
“Biasanya ibu-ibu tanya, ‘Mas, alatnya ini harga berapa? Mahal ya?’ Dari situ kami sadar harus ada cara yang lebih sederhana,” kata Aldino.
Program “operasi plastik” kemudian dirancang dengan menggunakan alat-alat yang mudah ditemukan, seperti cetakan kue, gunting, cutter, hingga setrika. Dengan metode ini, masyarakat bisa langsung mengolah limbah plastik tanpa bergantung pada teknologi mahal.
Baca Juga: Harga Plastik Es Cekek Mahal? Ini Rekomendasi Tumbler Kece Harga Ciamik
Dalam praktiknya, GUDRND menjalankan program ini melalui berbagai workshop dan kolaborasi. Mereka pernah bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, serta berkolaborasi secara internasional dengan Tama Art University Tokyo.
Selain itu, GUDRND juga terlibat dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023, bekerja sama dengan Komunitas Pasir Putih dan Kementerian Kebudayaan. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengajak masyarakat mengolah limbah plastik menjadi produk seperti gantungan kunci dan tas menggunakan teknik sederhana.
Melalui “operasi plastik”, GUDRND menunjukkan bahwa solusi pengelolaan sampah tidak harus selalu bergantung pada teknologi tinggi. Pendekatan sederhana dan partisipatif ini membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam mengurangi limbah plastik di sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
-
Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja
-
5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
-
Promo Indomaret 30 April - 3 Mei 2026, Belanja Telur dan Susu Lebih Murah
-
Berapa Biaya Rhinoplasty? Ria Ricis Akui Operasi Hidung, Ini Kisaran Harganya
-
Orangtua Little Aresha Gandeng Komisi X DPR RI Tuntut Restitusi dan Pelaku Dihukum Seumur Hidup
-
Potret Kondisi Daycare Little Aresha Sebelum dan Sesudah Digrebek Polisi, Bak Langit dan Bumi!
-
Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia
-
5 Rekomendasi Concealer untuk Mata Panda, Bikin Makeup Segar dan Cerah
-
Kenapa Namanya Kereta Api Argo Bromo Anggrek? Ini Sejarahnya